Rabu, 31 Juli 2013

BERENANG BIKIN NAFAS LENGANG







“Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan menunggang kuda.”
-HR. Bukhari-Muslim-


Diantara terapi yang sering dianjurkan bagi penderita asma adalah berenang, pasalnya olah raga di air ini memberikan banyak manfaat, diantaranya relaksasi, meningkatkan kesehatan jantung & paru, membakar kalori. Selain itu sekitar 10 centimeter di atas air diyakini bergeraknya udara yang sangat baik, sehingga sangat bermanfaat bagi organ pernapasan. Untuk itu tidak sedikit atlet renang dunia yang mulanya adalah penderita asthma.

Mengapa renang dianggap olah raga terbaik baik bagi penderita asma? Karena kelembaban udara di atas permukaan air cukup tinggi (mencapai 94%). Dalam laman Klinik Asma dan Alergi dr. Indrajana dijelaskan bahwa kelembaban udara di atas permukaan air dapat mencegah penguapan (water loss) dari paru-paru. Adapun posisi tubuh saat berenang memungkinkan beban sirkulasi paru berkurang, dan tekanan di dalam air dapat mengontrol irama pernapasan. Renang dikenal olah raga non-grafitasi, walaupun air sendiri berada dalam pengaruh grafitasi yang menjadi sunnatullah. Sebab bila tanpa grafitasi air akan tumpah.

Tentunya penderita asma yang ingin berenang harus memperhatikan kemampuan dan kondisi. Bila belum mampu berenang layaknya orang sehat, bisa dimulai dengan bertahap jangan memaksakan diri. Selain berenang juga cukup bagus sering berjemur di pagi hari, terutama bagian punggung apalagi berjemur di lokasi dengan udara yang relatif segar dan bersih.

Gerakan renang secara umum mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki saluran pernapasan, sehingga dengan rajin berenang napas pun menjadi lengang. Gerakan air yang menekan syaraf-syaraf tubuh dan bagian  saluran pernapasan juga mengusir berbagai faktor penyumbatan, sehingga pernapasan menjadi plong. Renang juga kegiatan menyenangkan, menghibur dan membangkitkan percaya diri.

Dengan melakukan renang akan melatih otot pernapasan mulai dari dada, perut, bahu dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga memperbaiki kondisi pada penderita asma. Sebab sebagian besar penderita asma dipicu oleh lemahnya daya tahan tubuh dan udara kotor yang kering. Tetapi hal ini tidak terjadi saat berenang karena pernapasan terjadi di dekat permukaan air dengan udara yang baik dan lembab. Uap air membuat udara yang masuk tidak kering.

Renang yang dilakukan selama 3-5 kali seminggu dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, apalagi dilakukan dengan baik dan benar. Pada saat renang yang ideal antara 1 – 2 jam tubuh mampu akan membakar sedikitnya 275 kalori/jam. Berenang juga diketahui bermanfaat membantu mempertahankan tekanan darah dan kolesterol yang berdampak pada kesehatan liver. Olah raga ini
juga untuk kesehatan paru-paru serta menghindarkan serangan jantung, stroke dan diabet.

Dari hasil penelitian yang di lakukan Mareta Isti Rosetya dan Hardian dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang terhadap 20 mahasiswa yang  berenang rutin dan yang tidak berenang selama 3 bulan. Kelompok yang mendapat latihan renang ternyata mengalami peningkatan Arus Puncak Ekspirasi, atau peningkatan fungsi organ paru-paru dan saluran napasnya dibanding mereka yang tidak berlatih renang.(Tb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar