Kamis, 01 Agustus 2013

BEKAM UNTUK NGOMPOL

NOCTURNAL ENURESIS
(Ngompol)

Gambar


Anak-anak mulai bias mengendalikan buang air kecil pada usia dua atau tiga tahun. Anak laki-laki umumnya lebih lambat dalam kemampuan mengendalikan buang air kecil dibandingkan dengan anak perempuan.

Definisi Nocturnal Enuresis
Nocturnal Enuresis adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil setelah berusia lebih dari lima tahun. Setidaknya, anak mengalami nocturnal enuresis (ngompol) dua kali dalam sepekan selam tiga bulan bertuurt-turut.

Penyebab Nocturnal Enuresis
Inilah beberapa penyebab terjadinya nocturnal enuresis :
  1. Radang saluran kencing (urethritis) dan radang kandung kemih.
  2. Infeksi saluran kencing (urinary tract infections).
  3. Penyakit kencing manis, baik tipe 1 (diabetes insipidous) maupun tipe 2 (diabetes mellitus).
  4. Anemia sel sabit (sickle cell anemia).
  5. Penyakit-penyakit yang disertai gangguan kejang (seizures disorders).
  6. Kandung kemih neurogenik (neurogenic bladder).
  7. Gangguan pada saluran genita (genital tract disorders).
  8. Keterlambatan perkembangan saraf pengendali di kandung kemih.
  9. Keterlambatan perkembangan saraf tubu secara umum (seperti pada kasus retardasi mental).
  10. Ukuran kandung kemih yang terlalu kecil.
  11. Sembelit
  12. Penyakit-penyakit psikis : kecemasan dan ketakutan.
Efek Bekam terhadap Nocturnal Enuresis
  1. Bekam menstimulasi sirkulasi darah dibawah kawasan kandung kemih sehingga mengurangi terjadinya peradangan pada saluran kencing dan kandung kemih.
  2. Bekam menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan jumlah sel darah putih yang berperan melawan bakteri penyebab peradangan di sistem urinary atau sistem genital.
  3. Bekam mengatur sinyal-sinyal  saraf dalam sistem saraf parasimpatik yang mengendalikan pengeluaran kandung kemih.
  4. Bekam berperan meningkatkan pertumbuhan saraf dan membantu saraf-saraf yang menuju kandung kemih untuk mencapai kematangan yang cukup untuk mengendalikan proses buang air kecil. Ia juga berperan meningkatkan kematangan sistem saraf di dalam tubuh secara keseluruhan.
  5. Bekam mengatasi kejang yang kadang-kadang menyebabkan terjadinya nocturnal enuresis, sebagaimana juga membantu menyembuhkan penderita sakit kencing manis yang menjadi penyebab nocturnal enuresis.
Catatan
  1. Anak harus dilatih sejak kecil tentang cara menggunakan kamar mandi. Sebab, kadang-kadang nocturnal enuresis disebabkan oleh kurangnya pembiasaan buang air kecil di kamar mandi.
  2. Harus dihindari terjadinya masalah-masalah psikis yang menyebabkan anak ngompol. Hindari membentak dan memukul anak, jika ia ngompol.
  3. Jagalah perasaan anak. Jangan berbicara tentang problem ngompol ini dihadapan orang lain sehingga menyakiti perasaannya.
  4. Doronglah anak untuk berusaha mengendalikan buang air kecil, dengan member hadiah.
  5. Cegahlah anak yang menderita nocturnal enuresis dari mengonsumi makanan panas atau acar (makanan bercuka) karena akan memperparah kondisi ini. Laranglah pula anak meminum teh, kopi dan minuman-minuman lain yang bersifat diuretic (meningkatkan pengeluaran kencing).
  6. Hindarkan penderita nocturnal enoresis dari minuman, terutama pada sore hari.
  7. Ibu harus mendorong anaknya untuk pergi ke kamar mandi tepat sebelum tidur, serta membangunkannya di malam hari untuk buang air kecil.
Eksperimen dan Hasil Terapi

Hasil terapi bekam untuk kasus nocturnal enuresis “sangat bagus”, kadang-kadang perlu dilakukan terapi hingga enam kali.

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar