Minggu, 05 April 2015

TERAPI GURAH


Salam sehat untuk para pembaca semua, pada kesempatan kali ini saya menghadirkan ulasan tentang ilmu pengobatan Gurah. Mungkin agak asing bagi sebagian kita mengenai Gurah ini, sebenarnya ilmu Gurah ataupun praktek Gurah sudah sejak lama dilakukan oleh nenek moyang kita, namun baru-baru ini ada pemerhati dan mempopulerkan pengobatan yang bertujuan mengeluarkan lendir ini. Marik simak ulasan dibawah tentang ilmu gurah dibawah ini.

Gurah disebut juga dengan “Perra” dalam bahasa Madura (red) yaitu cara pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dari dalam tubuh dengan menggunakan ramuan herbal yaitu berupa ekstrak daun Srigunggu (Clerodendron Serratum). Caranya dengan meneteskan cairan ramuan ke lubang hidung dan mulut. Dalam perkembangannya, herbal yang digunakan tidak melulu daun Srigunggu. Beberapa terapis menggunakan jenis dedaunan dari tumbuhan berkhasiat lainnya.

Tujuannya juga mengalami perkembangan, dari yang semula untuk membersihkan tenggorokan kini semua organ yang menghasilkan lendir bisa dibersihkan. Tak terkecuali untuk vagina, gurah diklaim bisa mengatasi keputihan atau sekedar mengurangi lendir supaya sensasi ‘keset’ lebih terasa. Daun Srigunggu merupakan salah satu herbal yang paling banyak digunakan untuk gurah, karena memang dari ekstrak tanaman inilah terapi gurah berkembang. Khasiatnya juga sudah dibuktikan secara ilmiah dan banyak dibuat dalam bentuk suplemen kapsul gurah.

Penelitian yang membuktikan hal itu dilakukan tahun 2005, oleh Prof dr Soepomo Soekardono, SpTHT-KL(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Dalam kesimpulannya disebutkan gurah dengan ekstrak daun srigunggu efektif meredakan gejala sinosinusitis kronis seperti ingus berlebih, bersin dan hidung tersumbat.

“Penelitian pada rhinitis khronis dengan memakai gurah menunjukkan bahwa sesudah digurah transport mukosilia melambat dibanding sebelum digurah dari hari kedua sampai hari kesepuluh,” ujar Prof Soedomo

 

Jenis jenis gurah 

1. Gurah hidung

Dilakukan dengan cara meneteskan langsung ramuan gurah ke lubang hidung lalu pasien diminta tengkurap agar lendir kotor mengalir keluar. Jenis ini paling efektif dilakukan untuk membersihkan saluran napas termasuk untuk mengatasi gejala asma. 

 

2. Gurah mulut

Untuk membersihkan lendir dan dahak di sekitar pita suara, ramuan gurah juga bisa diteteskan lewat mulut. Cara ini sama ampuhnya dengan gurah hidung karena di sekitar pangkal lidah terdapat percabangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan. 

 

3. Gurah vagina

Untuk gurah vagina, seorang terapis tidak dianjukan melakukan gurah vagina melainkan hanya memberikan ramuan berikut instruksi atau petunjuk penggunaannya. Pasien akan memasukkan sendiri ramuan gurah (tersedia dalam bentuk padat bukan cair) ke dalam vagina untuk mengatasi keluhan lendir yang terlalu banyak maupun keputihan.

 

Manfaat Gurah

1.  Mengobati berbagai macam penyakit:
TBC, asma, sesak nafas, mengguk (batuk terus menerus), sakit paru-paru.
Sakit kepala, mudah pusing, stress, migren.
Flu, pilek, alergi debu, sinusitis, hidung meler berkepanjangan.
Darah tinggi, gangguan lambung, saluran pernafasan, saluran pernafasan dll.
2.  Membuat suara jadi keras, nyaring dan panjang (sangat baik untuk penceramah, reporter, pengkhotbah, pembawa acara, guru dll).
3.  Menjadikan suara merdu, bersih, halus dan empuk (sangat baik untuk penyanyi, qori-qoriah).
4.  Menambah volume paru-paru dan memanjangkan nafas (sangat baik untuk pengolah nafas tenaga dalam, meditasi, beladiri, atlet, olahragawan, pesemnam).
5.  Otak tambah cerdas, pintar dan lebih pandai (sangat baik untuk siswa, mahasiswa dan santri). 

 

Cara Melakukan Gurah

Terapi gurah dapat di lakukan dengan 2 cara yaitu : 

GURAH secara langsung.

Caranya dengan meneteskan ramuan tanaman khusus ke dalam hidung. Khasiat ramuan tersebut membuat syaraf tubuh bereaksi mendorong dan mengeluarkan lendir kotor, berkuman penyakit, beracun (kopi, rokok, alkohol dll). Lendir akan keluar lewat rongga hidung dan mulut. 

 

GURAH dengan kapsul.

Caranya dengan minum ramuan tanaman khusus yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul. terbuat dari sari daun srigunggu dan akar pelarut lendir. Lendir akan larut dengan keringat dan keluar lewat pori-pori kulit atau lewat saluran pembuangan. Hasilnya membuat seluruh saluran pernafasan, pencernaan dan darah akan bersih.

Adapun dari dua cara gurah yang telah disebutkan diatas yang bisa dirasakan manfaatnya adalah dengan cara Gurah secara LANGSUNG.

Layanan terapi Gurah sudah bisa didapatkan di Bilik Bekam Madura setiap jam praktek. Hendaknya pasien menyediakan waktu luang antara 3 – 4 jam demi sempurnanya terapi Gurah ini.

Bilik Bekam Madura (BBM)
082331858375
08175244217
082244479276 (Wa)

Pin BB 295620F6

Minggu, 29 Maret 2015

MENGENAL KANKER



Kanker berasal dari bahasa Yunani, Karkinos (kepiting), yang artinya pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas. Kanker bisa pula diartikan sebagai suatu kelompok sel dengan mendadak menjadi liar dan memperbanyak diri secara pesat dan terus-menerus. Selain itu, kanker adalah pertumbuhan sel tubuh yang menginfiltrasi dan menekan jaringan tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi organ tubuh.

Kanker mempengaruhi unit dasar tubuh,yakni sel. Kanker terjadi ketika sel-sel menjadi abnormal dan membelah tanpa control atau aturan. Seperti semua organ-organ lain tubuh, usus besar (colon) dan rektum (rectum) terdiri dari banyak tipe-tipe dari sel-sel. Secara normal, sel-sel membelah untuk menghasilkan lebih banyak sel-sel hanya ketika tubuh membutuhkan mereka. Proses yang teratur ini membantu mempertahankan kita sehat.

Jika sel-sel tetap terus membelah ketika sel-sel baru tidak diperlukan suatu massa dari jaringan terbentuk. Massa dari jaringan ekstra ini disebut suatu pertumbuhan atau tumor, dapat jinak (tidak berbahaya) atau ganas (berbahaya). Tumor-tumor yang jinak bukan kanker. Mereka biasanya dapat diangkat dan pada banyak kasus, mereka timbul kembali. Paling penting, sel-sel dari tumor jinak tidak menyebar ke bagian-bagian lain tubuh. Tumor-tumor jinak jarang berupa suatu ancaman nyawa.

Sedangkan tumor-tumor ganas adalah kanker. Sel-sel kanker dapat menyerang dn merusak jaringan-jaringan dan organ-organ sekitarnya. Sel-sel kanker juga dapat pecah dan keluar dari suatu tumor ganas dan masuk ke dalam aliran darah atau sistem getah bening. Ini adalah bagaimana kanker menyebar dari tumor primer untuk membentuk tumor-tumor baru pada bagian-bagian lain tubuh. Penyebaran dari tumor disebut metastasis.

Ketika kanker menyebar ke bagian lain tubuh, tumor yang baru mempunyai macam yang sama dari sel-sel abnormal dan nama yang sama seperti kanker primer. Contohnya, jika kanker usus menyebar ke hati, sel-sel kanker di dalam hati adalah sel-sel kanker usus besar. Penyakitnya adalah kanker usus besar yang menyebar (metastatic colon cancer), bukan kanker hati.

Kanker bukanlah penyakit sembarangan. Penyakit ini tergolong berat, menakutkan, bahkan mematikan. Ada lebih dari 100 jenis kanker yang diketahui.

Dalam keadaan normal, sel diatur oleh protoongen yang menghasilkan produk-produk yang memegang peran penting dalam berbagai aspek proliferasi atau pertumbuhan dan differensiasi sel. Tetapi, pertumbuhan sel juga dikendalikan secara ketat atau dihambat oleh antionkogen (gen supresor), termasuk oleh mekanisme kematian sel terprogram atau apoptosis dengan tujuan menyingkirkan sel-sel yang tidak dikehendaki.

Dengan adanya mekanisme kontrol pertumbuhan ini, sel-sel normal memiliki stabilitas genetik yang sangat tinggi, tetapi, kecepatan proliferasi atau pertumbuhan sel umumnya tidak melebihi 10% dari jumlah sel, tergantung pada jenis sel dan jaringannya.

Pertumbuhan sel terjadi dengan cara motosi atau pembelahan/pembiakan sel. Semua bagian sel  ikut berperan pada proses pembelahan sel. Namun gen di dalam DNA adalah faktor yang paling berperan dalam menimbulkan mitosis dan proliferasi sel. Gen pengatur dan gen pengendali mengatur keseimbangan pertumbuhan dan penghambat sel. Sehingga sel-selnya di dalam tubuh akan tumbuh sesuai kendali pertumbuhan normal.

Sel kanker sebenarnya timbul dari sel normal tubuh yanga mengalami transformasi atau perubahan menjadi ganas oleh karsinogen, kemudian termutasi secara spontan. Karsinogen adalah segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker. Sedangkan proses pembentukan tumor ganas atau kanker disebut karsinogenesis.

Karsinogenesis merupakan proses yang berjalan dalam berbagai tahap atau proses multi step. Karsinogenesis menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan kecilnya adalah gen. sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Dari adanya kontak dengan karsinogen sampai timbulnya sel kanker memerlukan waktu induksi yang cukup lama. Terdapat masa laten yang tidak menunjukkan gelaja klinis sebelum menjadi progresif, terjadi invasi ke jaringan sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh.

MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH
Terapi biologi menggunakan sistem imun tubuh untuk memerangi kanker. Sistem imun bekerja melindungi dan mempertahankan tubuh terhadap penyerang luar, seperti bakteri dan virus.

Para para praktisi peneliti telah menemukan bahwa sistem imun juga dapat menentukan dan membedakan antara sel sehat dan sel kanker dalam tubuh serta menganguskan sel kanker tersebut. Sistem imun memiliki jenis-jenis yang berbeda pada sel darah putih. Setiap jenis juga memiliki cara yang berbeda dalam melawan sel asing atau sel-sel yang sakit, termasuk kanker. Semua jenis sel darah putih limfosit (lymphocyte) dan monosit (monocyte) mengikuti sirkulasi darah pada setiap bagian di seluruh tubuh, melengkapi perlindungan dari kanker dan penyakit-penyakit lain.

Lymphocyte antara lain sel B, sel T dan sel natural killer (NK cells). Sel-sel B memproduksi antibibodi yang menyerang sel-sel lain. Sementara sel-sel T secara langsung menyerang sel-sel kanker dan memberi sinyal pada sel-sel pada sistem imun yang lain untuk mempertahankan tubuh.

Sedangkan sel NK memproduksi zat kimia yang mengahancurkan dan membunuh se lasing di dalam tubuh. Sedangkan monocyte merupakan sel darah putih yang menelan dan memakan partikel-partikel asing.

USIA POTENSIAL BERISIKO TERKENA KANKER
Semua orang dapat terserang penyakit ini, tidak peduli kaya atau miskin, kulit putih atau kulit hitam, gemuk atau kurus, laki-laki atau perempuan. Tetapi, umumnya kanker lebih banyak menyerang orang berusia lanjut, yaitu antara usia 45 – 64 tahun, kecuali leukemia (kanker darah.

Telah terbukti bahwa adanya riwayat keluarga penderita kanker, seperti kanker payudara, usus besar dan kandungan, maka keturunannya memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker tersebut.

Kini, pemicu munculnya kanker tak hanya faktro keturunan. Lingkungan dan gaya hidup yang disebut modern, ditambah dengan industrialisasi dan banyaknya makanan yang telah diproses terlebih dahulu, serta banyak sekali ditemukan zat-zat ataupun benda-benda bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

Contohnya; radiasi sinar x dan sinar ultra-violet dari matahari; zat-zat pengawet dan zat-zat pewarna; bahan-bahan kimia industry, seperti amin aromatic, asbes, ter (carbon hitam); asap hitam, alkohol dan obat-obatan. Begitu juga infeksi oleh virus dapat menyebabkan terjadinya kanker, seperti: virus hepatitits B dan C (kanker hati), virus Papiloma (kanker leher rahim), virus Elipstein Barr (kanker nasofaring), virus Sarcoma, virus AIDS, dan lain-lain.

CARA MENGHINDARI PENYAKIT KANKER
Menurut National Academy of Sciences Amerika Serikat, perilaku kanker bisa dihindari dengan perilaku berikut :
1.  Kurangi kandungan lemak dalam makanan yang dikonsumsi.
2.  Lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur, buah-buahan dan nasi.
3.  Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan beta karoten, seperti wortel, bayam, dan buah-buahan yang berwarna jingga.
4.  Kurangi kebiasaan merokok dan makanan yang diawetkan, diasin atau diasap, baik daging maupun ikan.
5.  Hindari sinar matahari dengan memakai topi dan lotion pelindung matahari.
6.  Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
7.  Hindari minuman beralkohol dan obat-obatan (narkoba).
8.  Perhatian adanya perubahan yang mencurigakan di tubuh anda. Seperti adanya benjolan di payudara, di kulit atau adanya perubahan tahi lalat atau warna kulit, diare atau sembelit yang berkepanjangan, dan lain-lain.
9.  Deteksi dini kanker dengan pemeriksaan uji saring, terutama untuk kelompok resiko tinggi seperti: pria diatas 50 tahun untuk kanker prostat, riwayat keluarga unuk kanker payudara, usus besar dan kandungan, wanita diatas usia 40 tahun untuk kanker leher rahim, dan pengidap hepatitis B dan C untuk kanker hati.


#dioalah dari berbagai sumber.

Kamis, 12 Februari 2015

JUAL ALAT CEK DARAH NESCO MULTICHECK 3in1


NESCO MULTICHECK 3in1 (GCU/N-01) Adalah alat test (monitoring) kadar gula darah, asam urat dan Kolesterol dalam darah yang bekerja secara digital dan otomatis dengan hasil prediksi lebih cepat, akurat, tidak sakit, kapan saja dan dimana saja.

NESCO MULTICHECK 3in1 ini sangat praktis bisa di gunakan oleh pasien pribadi ,dokter, trapis, puskesmas, rumah sakit.

NESCO MULTICHECK 3in1 ini sangat mudah dalam penggunaan nya, tinggal masukkan strip pemeriksaan nya dan tempelkan darah pada stripnya tunggu beberapa detik, sudah keluar hasilnya.

Pengambilan darah di jari dengan autoklik/pen jarum yang tidak sakit dalam penggunaannya.

Keunggulan produk NESCO MULTICHECK 3in1 :
1. Darah yang dibutuhkan sangat sedikit
2. Rentang ukur relatif cepat, 10 detik
3. Akurasi ukur tinggi
4. Mudah digunakan
5. Harga kompetitif
6. Praktis dan mudah dibawa kemana-mana

NESCO MULTICHECK 3in1 kit :
1. 10 strip test gula darah + chip
2. 10 strip test asam urat + chip
3. 2 strip test kolesterol + chip
4. Alat penembak lancet
5. 25 lancet
6. Baterai
7. Tas mungil + buku panduan.

Pemesanan via :
082331858375
08175244217
Pin bb 295620F6


Rabu, 07 Januari 2015

MENGENAL TUMOR

Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil pembelahan sel yang berlebihna dan tak terkoordinasi. Dalam bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai neoplasia. Neo berarti baru, plasia berarti pertumbuhan/pembelahan. Jadi neoplasia mengacu pada pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Yang perlu diketahui, sel tubuh secara umum memiliki 2 tugas utama yaitu melaksanakan aktivitas fungsionalnya serta berkembang biak dengan membelah diri. Namun pada sel tumor yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata. Fungsi perkembangbiakan ini diatur oleh inti sel (nucleus), akibatnya pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan kerja yang meningkat.

Tumor dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas (malignant) atau yang popular dengan sebutan kanker. Terdapat perbedaan sifat yang nyata diantara dua jenis tumor ini dan memang membedakannya merupakan tuntutan wajib bagi praktisi medis. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa tumor ganas lebih berbahaya dan mematikan. Sementara tumor jinak hanya dapat menimbulkan kematian secara langsung terkait dengan lokasi tumbuhnya yang membahayakan misalnya tumor di leher yang dapat menekan saluran napas. Terdapat beberapa sifat yang membedakan antara tumor jinak dan ganas ;

PERTUMBUHANNYA
Tumor ganas relatif lebih cepat karena memang lebih aktif dan agresif, akibatnya jika di permukaan tubuh akan tampak tumor membesar dengan cepat dan seringkali dipuncaknya disertai dengan luka atau pembusukannya yang tidak kunjung sembuh. Luka menahun ini diakibatkan suplai nutrisi kepada sel-sel tumor tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlah sangat cepat berlipat ganda, akibatnya sel-sel yang berada diujung tidak mendapat nutrisi dan mati.

PERLUASANNYA
Tumor jinak tumbuh secara ekspansif atau mendesak, tetapi tidak meruka struktur jaringan sekitarnya yang normal. Hal ini dikarenakan tumor jinak memiliki kapsul yang membatasi antara bagian sel-sel tumor yang abnormal dengan sel-sel normal. Sebaliknya pada tumor ganas yang memang tak berkapsul, tumor ini tumbuhnya infiltratif atau menyusup sembari merusak jaringan disekitarnya. Akibat proses infiltratif tersebut, maka jaringan disekitar tumor ganas seringkali rusak, dan jika jaringan yang diinfiltrasi itu berupa pembuluh darah maka tumor jenis ini dapat menimbulkan gejala pendarahan.

METASTASIS
Metastasi merupakan anak sebar, artinya kemampuan suatu jaringan tumor untuk lepas dari indukny dan menempel serta mampu hidup dan berkembang lebih lanjut pada jaringan tumor induk. Jalur metastasi bisa melalu aliran darah, aliran limfe maupun proses terlepas/terjatuh langsung menempel pada tempat tertentu. Metastasis hanya terjadi pada tumor ganas. Tumor jinak tidak pernah bermetastasis.

GAMBARAN SELULAR
Tumor ganas di bawah mikroskop akan tampak sekumpulan sel-sel yang seringkali tidak menyerupai jaringan normal semestinya, bahwkan sel-sel ganas bisa member gambaran yang sama sekali tidak menyerupai sel apapun dalam tubuh manusia (tidak berdiferensiasi/anaplasi). Sedangkan tumor jinak umumnya diferensiasinya baik, artinya gambaran sel-selnya masih serupa sel-sel normal asalnya namun aktivitas pembelahannya saja yang lebih aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin anaplastik/berdiferensiasi semakin buruk suatu tumor maka tumor itu pastilah semakin ganas.

KEKAMBUHAN
Tumor jinak umumnya dengan dioperasi secara tepat jarang untuk kambuh kembali. Tumor ganas memiliki kekambuhan lebih tinggi dikarenakan proses pembedahannya sulit untuk benar2 tuntas dikarenakan memang jaringan abnormal ini tidak berkapsul sehingga sulit untuk dibedakan dan dipisahkan dari jaringan normal sekitarnya yang sudah diinfiltrasi. Selain itu tumor ganas tahap lanjut umumnya penyebaran sudah bisa luas bahkan sudah bermetastasi jauh sehingga operasi adalah tidak mungkin menyembuhkan lagi karena sel-sel ganas sudah ada hampir setiap hampir disetiap bagian tumbuh.

APA PENYEBAB TUMOR?
Pertanyaan ini sebenarnya menimbulkan kegelisahan sendiri bagi kaum medis setiap kali ditanyakan. Mengapa? Bukan karena tidak tahu jawabannya,  tetapi dunia kedokteran dan penelitian memang belum tahu jawaban pasti akan penyebab pasti seseorang dapat menderita tumor.

Tap secara umum dipercaya bahwa proses terbentuknya tumor berkaitan dengan 3 faktor utama yaitu genetic (keturunan), karsinogenik (onkogen) dan co-karsinogen (co-onkogen). Faktor genetic atau keturunan menyebutkan bahwa beberapa orang membawa bakat (berupa gen) untuk tumor tertentu. Tentunya bakat saja tidak akan menjelma menjadi tumor di kemudian hari jika tidak ada faktor pemicu lainnya. Faktor pemicu lainnya itu adalah karsinogen dan co-karsinogen. Yang termasuk karsinogen antara lain senyawa kimia (seperti abses, pengawet dan pewarna makanan), faktor fisika (seperti radiasi roentgen berlebih, sinar matahari berlebih), hormonal (seperti peranan estrogen pada kanker payudara, testosterone pada kanker prostate), dan virus (seperti virus HPV sebagai biang keladi utama kanker leher rahim).

Sedangkan co-karsinogen adalah usia tertentu (umumnya kejadian tumor seiring dengan bertambahnya usia), pola hidup yang salah, merokok, alkohol, pola makan kurang serat, adanya iritasi berulang-ulang.

PENANGANAN DAN PENCEGAHAN
Menilik pada pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa terjadinya suatu tomur itu adalah multifaktorial dan prosesnya rumit. Akibatnya dalam dunia neoplasia, pencegahan terhadap jenis penyakit satu ini seringkali sulit karena memang penyebab pastinya belum diketahui. Terdapat beberapa keganasan yang sudah memiliki anjuran pencegahan yang sudah diterima umum antara lain menghindari merokok (untuk mencegah kanker rahim, paru, mulut), hindari hubungan seksual usia terlalu dini dan gonta ganti seksual serta imunasi HPV (untuk mencegah kanker leher rahim), hindari alcohol (untuk mencegah kanker lambung, kerongkongan, hati) dan lainnya.

Tetapi yang cukup penting bagi jenis penyakit tumor selain pencegahan adalah deteksi dini atau tes skrining. Penelitian akan tes skrining serta cara-cara deteksi dini semakin berkembang kea rah yang cukup menjanjikan. Terdapat beberapa cara dalam mengenali tumor. Juga terdapat prosedur-prosedur yang bertahap dilakukan oleh dokter guna mendiagnosa penyakit ini. Keluhan subyektif yang disampaikan pasien seringkali tidak banyak menolong karena memang umumnya gejala tidak spesifik.

#dari berbagai sumber.