Kamis, 25 Juli 2013

BEKAM BUANG SISA ASAM URAT





  


Asam urat, gout, pirai sendi adalah penyakit yang terjadi karena penumpukan asam usat dalat tubuh secara berlebihan, baik akibat meningkatnya produksi, menurunnya pembuangan melalui ginjal, atau akibat peningkatan asupan makanan yang kaya zat purin. Asam urat atau uric acid merupakan produk akhir dari penghancuran purin, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, zat purin terdapat dalam tubuh manusia dan dapat ditemukan pada semua makanan yang bersumber dari sel hidup.

Berdasarkan penyebabnya, asam urat digolongkan atas penyakit gout primer dan sekunder. Secara medis 99% jenis penyakit gout primer belum diketahui penyebabnya (idiopatik). Dugaan umum penyebab pada kasus gout primer berkaitan dengan kombinasi factor genetis dan factor hormonal yang menyebaban terjadinya gangguan metabolism dimana pada akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan produksi asam urat atau berkurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal.

Peningkatan produksi asam urat juga bisa dikarenakan penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obatan kanker, vitabin B12), atau karena obesitas (kegemukan) dan tingginya kadar trigliserida. Adapun rasa sakit yang sering terjadi pada sendi dalam kasus gout (asam urat) disebabkan karena terbentuknya endapan Kristal monosodium urat monohidrat pada sendi atau tendon (urat keras yang menghubungkan otot dengan sendi atau yang menghubungkan otot dengan tulang). Proses pengendapan tersebut dapat menyebabkan peradangan akut dan umum dikenal sebagai arthritis gout atau reumatik gout.

Gejala awal serangan reumatik gout adalah terjadinya nyeri di pangkal ibu jari kaki sebelah dalam, tungkai atau pergelangan kaki pada pagi hari. Pada bagian tersebut akan nampak membengkak, kemerahan, terasa panas, atau hangat dan nyeri bila disentuh ataupun dibuat jalan. Selanjutnya secara klinis dampak gout (penyakit asam urat) adalah terbentuknya tofus (tumpukan kristal padat dan keras ), benjolan pada sendi, atau bahkan deformitas (kelainan bentuk tulang).

Bekam pada kasus asam urat bertujuan untuk membuang toksin dan hasil metabolit lain (asam urat, kolesterol, dll) yang sudah rusak menjadi sampah sehingga dapat memberikan dampak merusak bagi tubuh. Selain itu juga untuk memperbaiki fungsi ginjal, sehingga dapat memetabolisme dan membuang kelebihan asam urat dengan lebih baik. Bekam juga menstimulasi pelepasan endorphin dan enkefalin yang berperan dalam mengurangi kepekaan (sensitifita ) terhadap nyeri. Kedua zat ini dilepaskan karena terjadinya nyeri ringan akibat isapan dan sayatan alat bekam. Nitrit oksida (NO) adalah zat yang berperan meningkatkan pelepasan kedua zat ini di bagian tertentu pada otak, di karenakan beberapa faktor eksternal seperti cidera dan luka. Sebagai contoh pengaruh stimulasi endorphin dan enkefalin adalah, ketika sedang asik bekerja, seseorang tidak akan merasakan luka ringan yang mungkin terasa sangat nyeri sehabis kerja di saat badannya sudah tenang dan mengetahui dirinya terluka.

Kondisi kejiwaan yang baik lebih mendukung untuk membantu pelepasan semua zat tersebut, karena zat tersebut dikenal sebagai zat pengatur kegembiraan internal. (endogenous pleasure substances). Pelepasan zat tersebut akan berkurang apabila kondisi kejiwaan memburuk. Sementara, berdasarkan penelitian –skripsi– yang telah saya lakukan bersama ulfin pada tahun 2012, bekam terbukti efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien hiperurik (kelebihan asam urat). Kenyataannya, rangsangan pada kulit berupa sentuhan, pijatan, jarum akupuntur terlebih sayatan pisau bekam akan menyebabkan sel mast melepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui.


Histamin bermanfaat dalam proses perbaikan sel yang sakit, anti radang, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meningkatkan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas (kekebalan) tubuh. Di lain sisi, berbagai zat yang dilepaskan akibat mekanisme bekam tersebut menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler. Efek pelebaran juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Reaksi-reaksi itu menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah yang memicu timbulnya efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku.

Bahkan seorang ilmuan Jerman, Johan Opeli, telah membuktikan bahwa perangsangan pada titik-titik meridian dengan bekam dapat mencapai 10 kali lipat efek pelepasan berbagai zat yang telah disebutkan, dibanding dengan menggunakan jarum akupunktur. Sementara di penelitian berbeda menunjukkan pembekaman dikulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang dilanjutkan pada  cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamicus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin.

Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui syaraf eferen simpatik menuju motor neuron dan menimbulkan refleks intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi (pelebaran) pembuluh darah kulit dan memperbaiki kerja jantung. Adapun titik bekam yang dianjurkan pada kasus asam urat adalah pada titik alkahil, alkatifain, al warik, betis belakang, tumit dalam, punggung kaki luar dan belakang ibu jari kaki.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)”. (Muttaqun ‘alaih) – Wahyudi Widada, S. Kp, M. Ked


Sumber : Tabloid Bekam Edisi 14/2012 : 14

Selasa, 23 Juli 2013

MENGOBATI SAKIT KEJANG-KEJANG



TERAPI SANG NABI

DALAM MENGOBATI SAKIT KEJANG-KEJANG



 
Abu Ubaidah menuturkan dalam Gharib al-Hadits (Hadits Gharib) dari Abu Utsman an-Nahdi. Ia menuturkan bahwa ada sekelompok orang yang melintasi sebuah pohon, kemudian mereka memakan buahnya. Sejurus kemudian, tubuh mereka serasa dihempas angin dahsyat hingga kejang-kejang. Maka Rasulullah Saw bersabda :

“Dinginkan air dalam kantung kulit (syinaan), kemudian siramkan kepada mereka pada waktu antara dua adzan”.

Abu Ubaidah menandaskan bahwa mereka dengan sigap mendinginkan air dalam syinaan (kantung kulit).

Rasulullah Saw. menyebutkan syinaan (kantung kulit) itu adalah tempat minum sejenis ghirbah. Rasulullah Saw. menyebut kantong kulit untuk tempat mendinginkan air, bukan gentong tanah liat, sebab kantong kulit memiliki daya serap yang lebih daripada tanah liat, sehingga airnya lebih dingin daripada air yang didinginkan di gentong tanah liat. Adapun maksud daripada dua adzan adalah antara adzan subuh dan iqamah. Iqamah dalam kaitan ini disebut juga adzan. Sebagian paramedis mengatakan bahwa terapi yang dituturkan Sang Rasulullah Saw. ini merupakan metode pengobatan terbaik, untuk menyembuhkan luka ginjal yang menyebabkan kejang-kejang. Peristiwa “kasus” (wabah) penyakit tersebut terjadi di tanah Hijaz, tepatnya di daerah atau negeri yang bertemperatur panas dan kering. Temperatur yang tinggi di tanah Hijaz dan tempat-tempat yang beriklim serupa membuat temperatur panas alami yang ada dalam perut penduduknya menjadi lemah.

Penyiraman air sebagaimana disebutkan dalam riwayat tersebut-yakni waktu dalam sehari- dapat mengumpulkan dan mengusung energy panas alami yang telah menyebar ke sekujur tubuh selama satu hari tersebut. Sehingga energi yang terkumpul tersebut akan menimbulkan energy letup. Energy yang terorganisir dari seluruh tubuh ini akan bereaksi ke bagian tubuh yang menjadi “sarang” penyakit, kemudian mendorong penyakit tersebut keluar, dan dengan idzin Allah Swt penyakit tersebut bisa dilenyapkan dari tubuh. Andaikan Hipocrates, Gellenius, dan para pakar medis lain menuliskan resep obat untuk penyakit di atas, niscaya para pakar medis kontemporer akan mengamini dan mempraktikkannya. Sehingga mereka akan kagum dengan pengetahuannya.


Sumber : Keajaiban penyembuhan cara Nabi – Ibnul Qayyim al-Jauziah

Senin, 22 Juli 2013

BEKAM UNTUK ALOPESIA AREATA

 ALOPESIA AREATA
(KEBOTAKAN)




Alopesia areata adalah penyakit yang pada umumnya ditandai dengan kerontokan rambut secara tiba-tiba di bagian tubuh tertentu, umumnya terjadi pada daerah kulit kepala, tapi bias juga terjadi pada alis dan jenggot. Penyakit ini secara spontan bisa diketahui dengan terjadinya kerontokan rambut di satu bagian atau beberapa bagian tubuh tertentu.

Penyebab Alopesia

  • Faktor keturunan, terjadi dalam 10-20% kasus.
  • Faktor autoimun.
  • Faktor hormonal
  • Faktor psikis

Jenis-jenis Alopesia

  • Alopesia Patchy : merupakan tipe yang umum terjadi, yaitu berbentuk bundar atau oval di kepala.
  • Alopesia Totalis : kebotakan berkembang hingga meliputi seluruh kulit kepala.
  • Alopesia Universal : kebotakan berkembang di bagian kulit kepala dan seluruh tubuh.
  • Alopesia Ofisiasis : tipe ini terjadi pada anak serta mengenai daerah occipital (belakang) kepala.

Efek Bekam terhadap Alopesia

  1. Bekam berperan melancarkan sirkulasi darah di kulit, mensuplai nutrisi ke folikel rambut, sehingga mencegah kebotakan, menjalarnya daerah kebotakan, dan membantu pertumbuhan rambut.
  2. Bekam berperan menstimulasi kekebalan tubuh dan menghilangkan faktor autoimunitas yang menyebabkan terjadinya kebotakan.
  3. Bekam berperan mengatur hormon tubuh yang bisa jadi merupakan faktor penyebab terjadinya kebotakan.
  4. Bekam berperan membuat zat yang berbahaya yang mengendap di bawah lapisan kulit sehingga mempengaruhi folikel rambut. Setelah zat berbahaya itu dibuang, maka suplai zat gizi dalam jumlah besar akan mencapai folikel rambut serta memberinya kesehatan dan kekuatan.
Catatan

  1. Disarankan agar penderita alopesia menjauhi situasi psikologis yang buruk, karena ;bias memperparah penyakitnya.
  2. Disarankan agar penderita alopesia membalurkan bawang putih yang sudah dibelah di daerah kebotakan selama lima menit. Kemudian, rambut dicuci dengan air.
  3. Disarankan agar penderita alopesia mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan karena akan memberikan asupan vitamin yang besar kepadanya yang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

Hasil Eksperimen dan Hasil Terapi

Hasil terapi bekam untuk kasus kebotakan “sangat baik” sejak pertama kali dilakukan terapi. Hasil terapi lebih maksimal jika digunakan pula bawang putih untuk dioleskan pada daerah-daerah yang mengalami kebotakan.

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

Rabu, 17 Juli 2013

SEJARAH THIBBUN NABAWI DAN ILMU KEDOKTERAN

Istilah atau sebutan Thibbun Nabawi sebenarnya tidak ada pada zaman Nabi Muhammad Saw. Nabi sendiri tidak pernah membuat klasifikasi bahwa ini termasuk Thibbun Nabawi dan itu bukan. Istilah Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke – 13 Masehi untuk memudahkan klasifikasi ilmu kedokteran. Istilah Thibbun Nabawi dipakai untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan kepada Allah Swt, serta bimbingan Al Qur’an dan As Sunnah, yang dibedakan dengan ilmu-ilmu kedokteran yang tumbuh liar sehingga bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, seperti yang terjadi pada zaman sebelum datangnya islam.
Gambar
Kitab yang sering dipakai rujukan kaum muslimin adalah karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah (691-751 H / 1282-1372 M) yang berjudul Zadu ‘l-Ma’ad. Ibnul Qoyyim mengelompokkan hadits-hadits Nabi dan prilaku Nabi sehari-hari yang berhubungan dengan kesehatan dalam Zadu l-Ma’ad IV. Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi generasi setelah Ibnul Qoyyim untuk menyebut ilmu kedokteran yang diterangkan dalam kitab itu dengan istilah Thibbun Nabawi, Ibnul Qoyyim sendiri tidak memberi judul kitabnya dengan Thibbun Nabawi, sebab hadits-hadits tentang Thibbun Nabawi itu masih bagian dari Fiqih Islam, dan tidak berdiri sendiri.

Ibnul Kholdun dalam Muqoddimahnya mengatakan bahwa kedokteran islam, yang juga disebut Thibbun Nabawi atau kedokteran Nabi, muncul sebagai hasil integrasi ilmu kedokteran Yunani, Persia, India, China, dan Mesir yang kemudian dipadu dengan wahyu Nabi, sehingga terjaga dari kesyirikan tahayul dan khurafat, serta dipenuhi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Saat itu di Yunani sudah banyak teori tentang kedokteran. Sebagian diantaranya dikoreksi oleh Al Qur’an seperti teori tentang reproduksi manusia yang saat itu masih di luar jangkauan akal mereka dengan surat Al-Mukminun : 12-14, Al-Qiyamah : 37-39, Al-Infithor : 7-8, dan sebagian lainnya dibenarkan.

Di China, Arab dan India pada saat itu sudah berkembang ilmu kedokteran yang saat ini dikenal dengan ilmu kedokteran tradisional (traditional medicine), namun dipenuhi dengan unsure syirik dan khurafat. Sebagian diluruskan oleh Islam, seperti bekam dan kay Al Wasimy. Dari Persia Nabi mengambil ilmu tentang farmasi, apotik, dan penggunaan obat dari rumput-rumputan, benda-benda tambang, tumbuh-tumbuhan atau hewan, serta harum-haruman (aromaterapi) dan bebatuan berkhasiat. Dari Mesir Nabi mengambil ilmu tentang bedah, operasi, lasoh, siyasur, dan syifa’. Pengobatan mata juga diambil dari Mesir yang sudah maju. Dari beberapa kawasan tersebut, Nabi mengambil ilmu-ilmu kedokteran. Ilmu-ilmu yang sesuai dengan ajaran Islam terus dikembangkan dan didukung dengan beberapa hadits dan ayat-ayat Al Qur’an. Yang bertentangan dilarang, yang salah dikoreksi dan yang lain dibiarkan saja.

Dalam kitab Shahih Muslim dan Shohihu l-Bukhari terdapat bab khusus yang membahas mengenai kedokteran modern (modern maksudnya adalah kedokteran yang diakui dunia barat seperti yang terjadi saat ini). Dalam Shahih Muslim banyak ditulis hadits-hadits tentang proses kejadian manusia dalam rahim (embriologi dan kebidanan). Dalam Shohihu l-Bukhari saja tercatat 80 hadits yang membicarakan tentang kedokteran modern, embriologi, anatomi, fisiologi, patologi, dan lain-lainnya. Sehingga para ulama mengatakan bahwa sebenarnya Imam Bukharilah yang merupakan orang pertama yang menulis Thibbun Nabawi (Medicine of the Prophet atau Kedokteran Nabi).

Thibbun nabawi sebenarnya merupakan perpaduan berbagai disiplin ilmu kedokteran. Ilmu ini pula yang dikembangkan umat Islam ke seluruh dunia, dari Arab ke Eropa dan ke seluruh negara-negara barat hingga abad ke-17. Saat itu tidak ada pemisahan antara ilmu kedokteran modern dan ilmu kedokteran tradisional. Baru pada abad ke-19, orang-orang Yahudi dan Nasrani menghapuskan ilmu kedokteran yang bernilaikan Islam dan berdasarkan wahyu Ilahi dari kurikulum-kurikulum sekolah mereka di negara-negara Eropa. Mereka kemudian mengembangkan ilmu kedokteran yang sudah terpisah dari nilai-nilai Islam tadi sehingga maju seperti sekarang ini. Lalu mereka mengatakan bahwa ilmu kedokteran barat yang maju itu milik mereka, dan itulah yang mereka sebut ilmu kedokteran yang modern. Sedangkan yang lainnya, yang menurut mereka ketinggalan zaman, yang penuh dengan nilai-nilai Islam, mereka sebut dengan ilmu kedokteran tradisional, sebagai milik orang Islam. Padahal sekarang ini sudah dibuktikan bahwa ilmu kedokteran yang mereka anggap tradisional itu tidak ketinggal zaman, bahkan mampu menyelesaikan problema kesehatan yang tidak dapat diatasi dengan kedokteran modern. Jadi sebenarnya pembagian ilmu kedokteran antara modern dan tradisional itu merupakan usaha-usaha orang Yahudi dan Nasrani untuk menjauhkan kaum muslimin dari ilmu kedokteran yang bersumberkan Al Qur’an dan Al Hadits.

Sebagai bukti bahwa kedokteran modern yang mereka anggap berasal dari Eropa sebenarnya sudah dikembangkan oleh para sahabat Nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan generasi berikutnya adalah bahwa :
  •  Dalam Al Qur’an dan Al Hadits banyak disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu kedokteran, baik kedokteran tradisional maupun kedokteran modern.

  • Sebelum abad ke-18, belum ada buku tentang obat-obatan mata yang ditulis oleh orang-orang Eropa. Mereka mengambilnya dari buku-buku karangan orang Islam seperti Kitabu l-Asyroh Maqolat fi l ’Ain (Sepuluh Problema Mata), Al Masa’il fi l-‘Ain (Masalah-masalah tentang Mata), Al Masail fi th-Thib (Masalah-masalah pengobatan), yang ditulis oleh Hunain bin Ishaq Al-Ubbadi pada tahun 810-878 M.

  • Pada zaman perang salib, para pasien Kristen, lebih suka mengambil dokter-dokter muslim daripada dokter-dokter Kristen. Ini karena pada saat itu orang Islam lebih pintar dan ahli dalam pengobatan. Tsabit bin Qurroh, seorang tabib, banyak mengobati tentara-tentara yang luka. Ia melihat sendiri bagaimana dokter-dokter Prancis mengobati dengan kejam hingga banyak yang gagal. Sehingga Raja Louis IX setelah selesai perang salib begitu tertarik dengan Rumah Sakit Nuruddin di Damaskus. Maka ia pun mendirikan sebuah rumah sakit yang bernama Les Quinze Vingt, yang sekarang menjadi rumah sakit mata terkenal di Eropa. Selain rumah sakit lainnya di Selarno dan Paris, di Bologna, dan Montpeller, berdiri pula rumah sakit dan fakultas kedokteran yang bersendikan Islam.

  • Istilah-istilah bahasa Arab telah menduduki bagian penting dalam ilmu kedokteran. Sebagian dokter yang tinggal di Italia bagian utara telah menulis buku-buku mereka dengan tetap menuliskan istilah-istilah arabnya. Hal itu disebabkan mereka tertinggal dalam pengembangan ilmu kedokteran. Beberapa istilah seperti sirup dari syarab, tarter dari thorthir, tared dari thorohahu, alembic dari anbiq, alkohol dari alkuhul, alkali dari al-qoli, borax dari buroq, elixir dari al-iksir, dan lain-lainnya.

  • Hingga tahun 1139 M, di Eropa masih banyak bentuk pengobatan yang dilakukan secara tahayul dan mengada-ada. Orang-orang bodoh mengaku sebagai dokter, mengobati orang hanya untuk memungut biaya, atau sengaja sebagai alat pesanan untuk melakukan pembunuhan. Para dukun melakukan praktek bersalin yang sangat terbelakang, dan masih banyak bermunculan pengobatan yang aneh-aneh.
                     
Demikianlah, para dokter muslim saat itu mengembangkan ilmu kedokteran Nabi secara kaffah dan menyeluruh, tidak hanya yang tradisional, namun juga kedokteran modern, serta tidak memisahkan antara keduanya. Kaum muslimin juga meletakkan ilmu kedokteran Gambar dengan nilai-nilai ilahiyah, dalam bingkai Al Qur’an dan Al Hadits, sehingga berkembanglah ilmu kedokteran dengan pesat hingga menembus belajahan Eropa yang saat itu masih gelap gulita jauh dari cahaya ilmu pengetahuan.

Penulis ilmu kedokteran Nabi yang pertama adalah ‘Ali bin Sahl bin Robban Ath-Thobari (sekitar tahun 785-861 M). Dia tabib yang menyatukan dan memadukan ilmu kedokteran Yunani, Mesir, Persia dan India. Salah satu bukunya berjudul Manafi’u l-Ath’immah (Manfaat Makanan). Ia menulis lebih dari 360 judul buku kedokteran. Muridnya adalah Abu Bakar Ar-Rozi (854-932 M) yang terkenal di Eropa sebagai dokter paling besar di abad pertengahan. Bukunya yang terkenal berjudul Al-Hawi yang oleh Raja Charles I tahun 1279 diterjemahkan dengan bahasa latin dengan judul Liber Continens, lalu dialihkan dengan bahasa Inggris dengan judul The Book of Continens yang dijadikan buku pegangan dokter di seluruh Eropa pada saat itu. Bukunya yang lain berjudul Thibbu l-Athfal (Ilmu Kedokteran Anak), Mukhtashor fi l-Laban (Ringkasan tentang Air Susu), dan Al-Judari wa l-Hisbah (Small Pox and Measles, atau cacar dan campak. Sedangkan Al-Biruni (961-1048 M) menulis buku besar berjudul Kitabu sh-Shoidanah fi th-Thibb (buku tentang batu-batuan perak yang berkhasiat dalam pengobatan). Ibnu Sina (980-1037 M) yang oleh orang barat kepandaiannya dianggap sejajar dengan Aristoteles, telah menulis buku yang terbaik Al Qonun fi th-Thibb (Canon of Medicine). Buku ini dianggap sejajar dengan Injil di Eropa. Sedangkan Az-Zahrowi (936-1013 M) dianggap sebagai bapak ilmu bedah karena bukunya At-Tashrif. Az-Zahrowi ini menjadi guru para dokter bedah di Eropa selama lima abad. Ilmu kedokteran jiwa dikembangkan oleh Ibnu Maimun (1134-1204 M). Pengobatan dengan herba dikembangkan oleh Ibnu Al-Baithar (1197-1240 M) dengan bukunya Al-Jami’ li Mufrodati l-Adawiyah wa l-Aghdiyah, yang berisikan daftar tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan. Kahin Al-Aththor (1360 M) dikenal sebagai ahli farmasi dengan  bukunya Management of The Drug Store, Minhaju ‘d-Dukkan wa Dusturu ‘l-A’yan fi A’mal wa Tarrokibi ‘l-Adwiyati ‘n-Nafi’ah li ‘l-Abdan, dan masih banyak dokter muslim lainnya yang namanya mengharumkan dunia kedokteran saat ini.

Ilmu kedokteran harus dikembangkan oleh orang-orang Islam, mulai Tsabit bin Qurroh (836-901 M), Yuhana bin Masawaih (857 M), Ishaq Yuda (855-955 M), Ibnu Zuhr (1073-1162 M), Ibnu Al-Khatib (1313-1374 M), Al-Quff (1222-1286 M), dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah yang menulis buku Al-Jawabu ‘l-Kafi Liman Sa’ala ‘ani ‘d-Dawa’I sy-Syafi (Jawaban Lengkap tentang Obat-obat Mujarab), Zadul Ma’ad fi Hadyi Khoiri ‘l-‘Ibad, Thibbun Nabawi, dan buku-buku lainnya. Ia menuliskan buku kedokteran dengan cabang-cabangnya, seperti biologi, embriologi, anatomi, patologi dan fisiologi. Ilmu kedokteran ini terus dikembangkan lagi hingga menembus Byzantium, GambarYunde-Shahpur, Iskandaria, Damaskus, Baghdad, Qordoba, Granada, Sicilia, Itali, Prancis dan Jerman.

Karena kegigihan dokter-dokter muslim dalam mengembangkan ilmu kedokteran, maka akhirnya kedokteran Islam menguasai dunia, hingga akhirnya seiring dengan kekalahan umat Islam, musuh-musuh Islam di negara-negara Eropa mulai memisahkan kedokteran yang berdasarkan nilai-nilai ilahi, dan membuangnya dengan kurikulum kedokteran mereka, hingga akhirnya orang muslim tidak mengetahui bahwa sebenarnya ilmu kedokteran Nabi itu tidak hanya yang tradisional, namun juga yang modern yang mereka klaim sebagai milik mereka. Mereka juga menghapus nama dokter-dokter dari literature mereka, dan memunculkan dokter-dokter dari kalangan mereka sendiri yang sebenarnya juga mengambil ilmu kedokteran dari dokter-dokter muslim. Memang inilah tujuan mereka untuk menjauhkan kaum muslimin dari penguasaan teknologi kedokteran, yang apabila dikuasai orang Islam, maka kaum muslimin pasti akan kembali menguasai dunia. Gambar 

Sumber : Asy-Syifa’ min Wahyi Khotami l-Anbiya’ (Aiman bin ‘Abdul Fattah)

Sabtu, 13 Juli 2013

PUASA RAMADLAN dan BEKAM

Tak terasa sudah masuk hari ke lima kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan 1434 H ini. Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan pada tulisah kali ini dan akan saya paparkan mengenai hikmah daripada puasa Ramadlan dan khasiat bekam. Semua pakar kesehatan faham bahwa dengan berpuasa secara khusyu serta pola makan / minum yang tepat akan membantu proses detoks pada tubuh kita. Sebagaimana tertera dalam sabdanya “Shaumlah maka akan sehat tubuh dan jiwa kita”. Alangkah ideal pula proses detoks (pengeluaran racun) ditubuh kita lebih optimal dengan melakukan terapi BEKAM, mengapa ? inilah paparan ilmiahnya :
  1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
  2. Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktivitas, disamping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Hal tersebut mengindkasikan bahwasanya proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yangtidak dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh.
  3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.,
Subhanallah luar biasa kombinasi antara terapi bekam dengan ibadah puasa bila digabungkan. Selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadlan , semoga semuanya kelak menjadi insan taqwa, sehat lahir dan bathin dunia akhirat…..Amin amin amin yaa robbal ‘alamin..

Datangi terapis bekam / al hijamah terdekat dikota anda, karena saat ini hampir disetiap kota sudah ada terapis bekam yang sudah memenuhi standart kesehatan medis.

MENGENAL BEKAM / AL HIJAMAH / AL FASHDU


PANDUAN BEKAM SINGKAT

Bekam Kering (Dry Cupping)
Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.

Cara Melakukan Bekam Kering :
a)    Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
b)   Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
c)    Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.
d)   Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
e)    Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).
f)     Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.
g)   Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.


Bekam Seluncur (Sliding Cupping)
Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara Melakukan Bekam Seluncur :
a)    Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.
b)   Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
c)    Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas
d)   Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.
e)    Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.


Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik
Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara Melakukan Bekam Cepat :
a)    Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.
b)   Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalu besar).
c)    Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.
d)   Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan.

Diagnosis Penyakit Dengan Bekam
Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”
Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :
  1. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
  2. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
  3. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  4. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
  5. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  6. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
  7. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  8. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
  9. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam
  1. Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).
  2. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.
  3. Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.
  4. Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.
  5. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.
  6. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.
  7. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.
  8. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.
  9. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.
  10. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.
Larangan-Larangan Bekam
  1. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  2. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
  3. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
  4. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
  5. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.
  6. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  7. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  8. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).
  9. Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
  10. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.
  11. Jangan memberkam daerah perut terlalu keras
  12. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
  13. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya
  14. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
  15. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  16. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  17. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.
  18. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.
  19. Dilarang membekam area berikut :
a)    Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
b)   Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinalglimfa (lihat buku panduan biru hal. 13).
c)    Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).

* Dari berbagai sumber.