Selasa, 21 Mei 2013

BEKAM UNTUK NYERI HAID


NYERI HAID
(Dysmenorrhea)







Nyeri haid ada dua macam : nyeri haid primer (primary [spasmodic] dysmenorrheal) dan nyeri haid skunder (secondary [congestive] dysmenorrheal).

1.     Nyeri Haid Primer adalah nyeri yang terjadi pada saat haid tanpa ada infeksi pada pelvis. Ia berupa kolik pada bagian bawah perut yang kadang-kadang menjalar hingga selangkakan atau hingga lutut. Kadang-kadang disertai mual dan muntah. Nyeri ini paling terasa pada hari pertama haid dan akan berkurang secara berangsur-angsur hingga hari terakhir haid.
  •    Penyebab Nyeri Haid Primer
a.      Teori prostaglandin (prostaglandin theory) yang menyatakan : ” Selaput dalam dan lapisan otot rahim memproduksi zat prostaglandin yang memiliki peran penting dalam mempengaruhi terjadinya kejang otot pada saat haik”.
b.   Teori progesteron withdrawal yang menyatakan : “Kadar progesterone meningkat pada ovulasi, kemudian setelah selesainya masa ini kadarnya berkurang secara bertahap sehingga menyebabkan kerusakan pada selaput dalam rahim”.
c.      Rasa nyeri semakin hebat apabila kondisi psikologis memburuh akibat kekurangan kadar zat endorphin dan enkafalin yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Kedua zat ini disebut juga dengan zat pencipta kegembiraan internal (indigenous pleasure substances). Kadar zat ini meningkat apabila kondisi psikologis membaik.
d.     Berkurangnya elastisitas rahim meningkatkan rasa nyeri.
e.    Teori kekurangan darah pada rahim. Ketika sirkulasi darah pada rahim berkurang, maka rasa nyeri meningkat dan meningkat pula frekuensi terjadinya kekejangan rahim.
f.   Penggumpalan darah haid yang menyebabkan tersumbatnya saluran darah haid sehingga meningkatkan kontraksi dan pengerutan rahim untuk membuang darah.
g. Penyempitan leher rahim yang menghambat keluarnya darah haid sehingga meningkatkan kontraksi rahim.
h.  Kontraksi di bagian antara rahim dan leher rahim (isthmus) pada saat haid. Kawasan ini dalam keadaan normal bersifat lembek.
i.       Teori kerusakan ujung saraf perasa di dalam rahim.

2.     Nyeri Haid Skunder yaitu rasa nyeri yang menyertai haid akibat infeksi pelvis. Ia merupakan rasa nyeri dibagian bawah perut yang menjalar hingga punggung. Rasa sakit bermula sejak 3-5 hari sebelum haid akibat terjadinya sumbatan dan penumpukan darah. Rasa nyeri semakin hebat pada dua hari sebelum haid, kemudian berkurang secara bertahap ketika mulai haid.
  • ·      Factor Penyebabnya :
a.    Sumbatan ringan, dan ini terjadi pada :
1). Sembelit kronis.
2). Hubungan seksual yang tidak tuntas.
b.   Infeksi bakteri kronis pada pelvis, seperti : infeksi leher rahim kronis dan infeksi selaput rahim kronis.
c.    Turun rahim atau turun vagina (prolapsus).
d.   Tumor pada organ reproduksi.

Efek Bekam terhadap Nyeri Haid

  1. Bekam berperan mengurangi kadar zat prostaglandin sehingga mengurangi kontraksi rahim dan mengurangi kepekaan terhadap rasa nyeri.
  2. Bekam berperan meningkatkan produksi zat endorphin dan enkefalin yang mengurangi rasa nyeri.
  3. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di dalam rahim sehingga mengurangi kontraksi rahim dan kepekaan terhadap rasa nyeri.
  4. Sayatan bekam dan penggumpalan darah pada sayatan ini menstimulasi system fibrinolitik untuk mengencerkan darah haid yang membeku sehingga rahim tidak perlu berkontraksi untuk mengeluarkan darah tersebut.
  5. Bekam membantuk mengendurkan otot-otot leher rahim sehingga tidak terjadi penghambat aliran darah haid dan mencegah terjadinya kontraksi rahim. Bekam juga membantuk mengendurkan kawasan isthmus (bagian antara leher rahim dan rahim).
  6. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di dinding rahim sehingga mencegah kerusakan ujung saraf perasa.

Catatan

  1. Penderita nyeri haid harus selalu menjaga kondisi psikologis yang baik supaya tidak memperparah nyeri haid.
  2. Disarankan agar penderita nyeri haid melakukan olahraga.
  3.  Jika penderita nyeri haid sudah menikah, disarankan untuk hamil sehingga membantu menyembunyikan rasa nyeri karena berhentinya mensturasi.
  4.  Jika penderita nyeri haid menderita anemia makan harus mengobatinya terlebih dahulu.
  5.  Penderita nyeri haid diberi obat-obatan untuk mengatasi kontraksi, meredakan nyeri, dan obat anti zat prostaglandin. Obat-obatan ini tidak bertentangan dengan bekam.
  6. Disarankan agar penderita nyeri haid menggunakan sarana pengobatan lain yang telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw, seperti bersedekah dan doa.

Hasil Terapi dan Eksperimen

Hasil terapi bekam untuk kasus nyeri haid adalah “baik sekali”. Perlu diperhatikan agar memperingan sayatan dan mengurangi kerasnya tarikan, karena penderita nyeri haid lemah kekuatannya, maka jangan sampai bekam semakin membuatnya lemah.

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

Jumat, 26 April 2013

SABDA RASULULLAH TENTANG BEKAM

Sabda Rasulullah Saw. yang Merekomendasi Terapi Bekam :

1. Dari Jabir ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Saw.bersabda :
 إن كان في شــيـئ من أدويتكم خير ففي شرطة محجم أوشربة عسل أوكية نار توافق الداء وما أحب أن أكتوي.
 “Jika dalam sebagian obat kalian terdapat kebaikan maka itu terdapat dalam sayatan bekam, minum madu, atau sundutan besi panas yang sesuai penyakit. Tetapi aku tidak suka berobat dengan sundutan besi panas”. (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad dalam Musnad-nya).
2. Dari Ibnu Abas ra, dari Rasulullah Saw.beliau bersabda :
 ما مررت ليلة أسري بي بملإ من المللائكة إلا قالوا يا محمد مر أمتك بلحجامة
“Tidaklah aku berlalu di hadapan sekelompok malaikat pada malam perjalanan isra’ku kecuali mereka berkata :’Wahai Muhammad, perintahkan ummatmu supaya berbekam’”. (HR. Bazzar dari Ibnu Abas dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashirudin Albani dalam Shalihul Jami’. Diriwayatkan pula oleh para imam yang lain dari beberapa sahabat).
 Dalam riwayat lain :
 مامررت بملإ من الملائكة إلا امروني بالحجامة
 “Tidaklah aku berlalu di hadapan sekelompok malaikat kecuali mereka memerintahkanku untuk berbekam”. (HR. Tabrani).
 Hadits ini menunjukkan besarnya manfaat bekam.
3. Dari Ibnu Abas ra, Rasulullah Saw. bersabda :
الشفاء في ثلاث شربة عسل وشرطة محجم وكية نار وأنا أنها أمتي عن الكي
“Kesembuhan itu terdapat dalam tiga hal : minum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan besi panas. Namun aku melarang umatku berobat dengan sundutan besi panas”. (HR. Bukhari).
4. Dari Rasulullah Saw, beliau bersabda :
إن من خير دوائكم الحجامة
“Sungguh, diantara obat terbaik kalian adala bekam”. (HR. Ahmad)
Dalam hadits ini, Rasulullah Saw mengatakan, “diantara”. Artinya, bekam bukan satu-satunya sarana kesembuhan, melainkan salah satunya.
5. Dari Ibnu Abas ra, ia berkata : Rasulullah Saw bersabda :
نعم العبد الحجام يذهب الدم ويخف الصلب ويجلو عن البصر
“Sebaik-baik hamba sahaya adalah yang pandai membekam, ia membuang darah, melunakkan yang keras, dan menajamkan penglihatan”. (HR. Tirmidzi, ia berkata : hasan gharib).
6. Dari Hasan Basri, ia berkata : Rasulullah Saw, bersabda :
 إنكم لابد لكم أن تداووا وخير ما تداويتم به الحجامة
 “Sungguh, kalian pasti perlu berobat, sedangkan pengobatan terbaik yang kalian gunakan adalah bekam”. (Hadits ini mursal, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Baihaqi).

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

BEKAM UNTUK REMATIK



REMATIK
(Rheumatoid Disease)

Rematik adalah salah satu penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebabnya.

Gejala Rematik
Banyak sekali gejala rematik diantaranya :
  1. Kekakuan di persendian pada pagi hari yang akan hilang sekitar satu jam kemudian.
  2. Rasa nyeri ketika menggerakkan atau menekan persendian (tenderness).
  3. Terjadinya peradangan sendi dan ini terjadi pada dua sisi.
  4. Kadang-kadang terjadi peradangan dan benjolan (nodul) pada ligament sendi.
  5. Terjadi kerusakan sendi, bias dilihat dengan menggunakan sinar X.
  6. Pengaruh rasa nyeri kadang-kadang berkembang ke luar persendian sehingga menimbulkan peradangan di mata, berpengaruh pada organ pernapasan, jantung, otot, dan saraf.
Ada beberapa perubahan yang terjadi pada banyak organ dalam kasus penyakit rematik :
  1. Terjadi peradangan pada membran sinovial, selanjutnya berkembang ket tulang rawan, tulang, tendon, dan ligament.
  2. Terjadi peradangan dan pembekakan pada pembuluh darah kapiler dan pembulu darah kecil (vasculitis) yang terdapat di membran sinovial, kadang-kadang juga terjadi trombosis (penggumpalan) kecil sehingga menyebabkan sel-sel membran sinovial membesar, kadang-kadang juga terjadi peradangan pada saraf-saraf di sekitarnya (neuropathy).
  3. Pada awalnya, terjadi peningkatan produksi cairan sinovial akibat bertambahnya permukaan yang mensekresikan cairan di dalam membran sinovial, namun setelah itu berkurang.
  4. Setelah itu, mulai terjadi sekresi zat prostaglandin yang merupakan katalis kimiawi yang mengantarkan rasa sakit ke otak dan melepaskan faktor rematik (rheumatoid factor).
  5. Terjadi peningkatan di dalam sendi akibat bertambahnya sekresi cairan sinovial sehingga meningkatkan terjadinya kerusakan sendi.
  6. Akibat pembengkakan dan sumbatan pada pembuluh darah kapiler di tendon dan ligament, terjadilah peradangan yang menyebabkan kesulitan pergerakan karena rasa nyeri.
  7. Akibat terjadinya peradangan pada membran sinovial, maka terjadilah kerusakan pada tulang rawan sendi karena berkurangnya zat proteoglikan yang mensuplai nutrisi bagi tulang rawan pada sendi.

Efek Bekam terhadap Penyakit Rematik
  1. Bekam berperan meningkatkan sirkulasi darah di sendi yang terkenak rematik, menghilangkan peradangan pembuluh darah, dan mencegah terjadinya trombosis pada pembuluh darah kapiler dan pembuluh darah arteri sehingga mencegah pembekakan membran sinovial yang menjadi sebab terjadinya sebagian besar perubahan pada persendian.
  2. Bekam menstimulasi keluarnya zat nitrit oksida (NO) dengan sayatan bekam sehingga menyebabkan meluasnya pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah pada sendi, maka darah bias mencapai saraf-saraf dan membran sinovial, lalu mengurangi peradangan (less neuropathy).
  3. Zat nitrit oksida (NO) juga berperan sebagai katalis bagi zat morfin alami dalam tubuh (endorphin dan enkefalin) ke persendian yang terkena rematik, sehingga rasa nyeri berkurang.
  4. Bekam mengeluarkan zat prostaglandin dari persendian sehingga mengurangi rasa nyeri karena zat ini merupakan katalis yang mengirimkan rasa nyeri ke otak.
  5. Bekam mengatur kerja system kekebalan serta mengurangi efeknya terhadap organ-organ dan sel-sel tubuh.
  6. Jika kita melalukan terapi bekam, sebelum terjadinya peradangan pada membran sinovial, maka tidak akan terjadi kelebihan produksi cairan sinovial sehingga tekanan di dalam persendian tidak meningkat serta tidak terjadi perubahan atau kerusakan pada tulang rawan sendi. Tidak terjadi pula kekurangan zat proteoglikan yang mensuplai nutrisi tulang rawan sendi.
  7. Bekam berperan meningkatkan sirkulasi darah di persendian sehingga mengurangi kram otot di sekitar sendi.
  8. Bekam juga berfungsi menyibukkan jalur-jalur rasa nyeri dengan stimulasi rasa nyeri yang ringan sehingga mencegah sampainya sinyal rasa nyeri ke otak (sesuai Gate Control Theory).

Catatan
  1. Rematik menimpa sebagian besar persendian tubuh, dan yang paling terkenak dampak rematik adalah persendian tangan, khususnya persendian jari. Karena itu, bekam harus dilakukan pada persendian kecil maupun besar, setelah dilakukan pembekaman pada titik-titik kekebalan. Sebaliknya pembekaman tidak dilakukan pada seluruh titik pada sekali terapi.
  2. Jika penderita rematik mengonsumsi kortison, tidak perlu dihentikan secara mendadak, melainkan dosisnya dikurangi secara bertahap seiring dengan beberapa kali pertemuan untuk terapi.
  3. Jika terjadi kelainan pada persendian, peran bekam adalah pereda nyeri, tetapi tidak bias memperbaiki kelainan itu atau mengembalikan tulang rawan atau membran sinovial seperti keadaan semula, melainkan mencegah agar kelainan itu tidak semakin parah.
  4. Kadang-kadang titik-titik kekebalan, kahil, dan persendian besar saja cukup, sehingga dalam banyak kasus tidak diperlukan pembekaman pada titik-titik persendian kecil. Bekam bias mengurangi rasa nyeri pada persendian kecil sekalipun tidak dilakukan pembekaman.
  5. Terapi bekam terhadap penderita rematik harus dilakukan secara berhati-hati, karena sebagian besar penderita rematik mengalami anemia akibat kekurangan kadar zat besi dalam darah.
  6. Hendaklah penderita rematik menggunakan sarana penyembuhan lain yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw seperti doa dan sedekah.

Eksperimen dan Hasil Terapi
Hasil terapi bekam untuk sakit rematik adalah “istimewa”, jika dilakukan pada tahap awal serangan. Adapaun jika telah terjadi kelainan dan peradangan, tingkat keberhasilannya “sedang” (berkisar antara 50-60%) dalam mengurangi rasa nyeri.

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

Minggu, 17 Maret 2013

EFEK BEKAM TERHADAP ORGAN TUBUH



Gambar 


A.   Efek Bekam terhadap kulit
  1. Bekam berperan menstimulasi folikel rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah ke kulit sehingga meningkatkan suplai nutrisi yang baik untuk rambut dan akar rambut. (Pernah dilakukan satu eksperimen pembekaman terhadap seorang pria yang berusia 35 tahun, terlihat bulu-bulu halus yang mirip dengan bulu punggung tumbuh pada bagian yang dibekam. Bulu ini bertambah panjang dan lebat sehingga mencapai 1,5 cm setelah dilakukan 140 kali pembekaman kering).
  2. Suhu kulit meningkat dan sebuah kawasan berwarna merah terbentuk. Ini menunjukkan terjadinya peningkatan metabolisme makanan di kulit dan kemanfaatan yang diperoleh sel-sel kulit dari darah yang sampai kepadanya.
  3. Aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar lemak meningkat, pori-pori kulit membuka setelah dilakukan pembekaman.
  4. Peranan bekam tidak terbatas pada pembersihan darah yang mengendap (stagnant blood) dari kulit, namun juga menghilangkan zat-zat berbahaya yang mengendap dibawah permukaan kulit.

B.   Efek Bekam terhadap Otot
  1. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di otot sehingga menghilangkan kekejangan otot.
  2. Isapan bekam mengeluarkan gumpalan darah yang terdapat di dalam otot sebagai akibat memar di kulit.
  3. Bekam berperan mengantarkan oksigen yang dibutuhkan oleh serat-serat otot, meningkatkan penyerapan oksigen oleh sel-sel setelah pembekaman, sehingga menguatkan dan memperbaiki fungsi otot.
  4. Bekam berperan mengeluarkan zat asam laktat (lactic acid) dari otot sehingga menghilangkan kelelahan dan sumbatan otot.

C.   Efek Bekam terhadap Tulang
  1. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di dalam persendian sehingga mengurangi sakit yang disebabkan oleh penyakit reumatik dan lai-lain.
  2. Zat nitrit oksida (NO) berperan mengurangi bengkak dan tertahannya cairan di persendian akibat pembengkakan.
  3. Bekam berperan menstimulasi membran sinovial (synovial membrane) untuk mengeluarkan zat minyak atau cairan sinovial (synovial fluid) yang berfungsi mengurangi pergesekan sendi, memudahkan gerak, dan pada akhirnya juga mencegah terjadinya kekakuan sendi.
  4. Dengan isapan yang kadang-kadang mencapai 10 cm di dalam tubuh, bekam berperan meningkatkan rangsangan terhadap selaput di sekeliling tulang (periostium) untuk membangun tulang dan meningkatkan kadar kalsium tulang.
  5. Bekam berperan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang mengendap di persendian seperti kristal-kristal asam urat yang menyebabkan penyakit gout dan kekakuan sendi.

D.  Efek Bekam terhadap Sistem Pencernaan
  1. Kuatnya isapan alat bekam mengatur sekresi asam lambung dan enzim pencernaan yang ada di lambung, sehingga meningkatkan kualitas pencernaan dan penyerapan makanan.
  2. Bekam berperan mengatur gerakan usus (intestinal motility) melalui kuatnya isapan langsung atau melalui stimulasi saraf, terutama saraf vagus (nervus vagus) yang terhubug dengan usus melalui beberapa bagian di punggung.
  3. Bekam juga berperan menstimulasi sel hati dan sel pangkreas serta memperbaiki fungsinya.

E.   Efek Bekam terhadap Darah
  1. Bekam menstimulasi sirkulasi darah di tubuh secara umum melalui zat nitrit oksida(NO) yang berperan meluaskan pembuluh darah. Profesor Kentaro Takagi, dosen di Universitas Nagoya menegaskan bahwa semua terapi yang menstimulasi dan mengaktifkan sirkulasi darah di kulit, bermanfaat untuk meningkatkan respon sistem peredaran darah dan pembuluh darah di dalam tubuh secara umum. Efek serupa juga ditimbulkan oleh kuatnya isapan yang ditimbulkan oleh bekam terhadap bagian yang diterapi.
  2. Bekam berperan mengurangi darah dan cairan yang menyertai proses peradangan dengan cara mengeluarkan cairan-cairan ini dari celah-celah antar sel. Begitu pula zat-zat pemicu peradangan juga ikut dikeluarkan, misalnya zat histamin.
  3. Bekam juga berperan :
    1. Meningkatkan jumlah sel darah merah
    2. Meningkatkan jumlah sel darah putih
    3. Mengubah darah yang terlalu asam menjadi proporsional
    4. Membersihkan darah, sebagaimana dikatakan oleh Dr. Katashi, dosen di Universitas Osaka.

F.   Efek Bekam terhada Sistem Saraf
  1. Bekam berperan menstimulasi ujung saraf sensori di kulit sehingga berakibat mengurangi rasa sakit melalui mekanisme Gate Control Theory yaitu menyibukkan jalur-jalur saraf yang mengirim sinyal rasa nyeri dengan stimulus rasa nyeri yang lebih ringan (bekam), sehingga sinyal rasa nyeri semula tidak sampai ke otak. Bekam tidak hanya mengatasi rasa nyeri pada bagian yang diterapi, akan tetapi efeknya mencapai bagian-bagian lain yang berhubungan dengan saraf-saraf ini.
  2. Bekam berperan mengatur sinyal dan meningkatkan kecepatan sampainya sinyal saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang yang berhubungan dengan seluruh organ sehingga mengatur kerja organ-organ tersebut.
  3. Bekam berperan mengatasi berbagai masalah sistem saraf simpatik yang timbul karena kecemasan, takut, dan depresi. Problem-problem ini di antaranya berupa sakit kepala kronis, kelelahan, dan tekanan darah tinggi. Caranya dengan mengatur sinyal saraf pada sistem saraf simpatik.
  4. Sekalipun pasien merasakan sedikit rasa sakit ketika melakukan terapi bekam, namun banyak pasien dan anak-anak yang tidur ketika sedang menjalani terapi bekam. Ini bisa dianggap sebagai efek bekam terhadap sistem saraf, meski sampai sekarang belum diketahui bagaimanakah proses terjadinya efek tersebut. <

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)

BEKAM UNTUK DIARE




Gambar


Ada diare yang sifatnya akut dan ada pula yang bersifat kronis. Diare akut pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu. Diare jenis ini tidak perlu kita bahas di sini sebab terapi utamanya adalah dengan menggunakan obat, karena sulit untuk diatasi hanya dengan bekam.
Kita akan lebih mengupas tentang diare kronis. Diare seperti ini kadang-kadang berlangsung hingga beberapa pekan atau bulan.
Faktor Penyebab Diare Kronis
  1. Peradangan (inflamasi). Bisa jadi disebabkan oleh peradangan pada mukosa usus sehingga menyebabkan berkurangnya absorbsi makanan dan meningkatnya sekresi dari usus. Kadang-kadang disertai kerusakan pada mukosa.
  2. Faktor osmotic, yaitu disebabkan oleh kurangnya penyerapan cairan dan makanan di dalam usus sehingga meningkatkan volume cairan di dalam feses maka feses menjadi lebih encer.
  3. Faktor kurangnya gerak usus (altered intestina motolity). Biasanya terjadi karena beberapa sebab. Salah satunya adalah kurangnya kendali terhadap gerak usus akibat terjadinya peradangan apda saraf otonom, diantaranya adalah saraf vagus. Dalam tipe ini diare kadang diselingi dengan konstipasi disebabkan oleh cepatnya aliran makanan didalam usus.
  4. Akibat konsumsi obat-obat pencahar.
Efek Bekam terhadap Diare Kronis
  1. Bekam berperan mengurangi peradangan pada mukosa usus sehingga meningkatkan obsorbsi makanan dan mengurangi terjadinya diare.
  2. Bekam berperan mengatur getah pencerna pada usus sehingga mengurangi diare.
  3. Bekam berperan meningkatkan absorbsi cairan dan makanan di dalam usus sehingga mengurangi keenceran feses.
  4. Bekam berperan mengatur gerakan usus (intestinal motolity) melalui pengaturan sinyal-sinyal sarat otonom yang menuju usus.
Catatan :
  1. Penderita diare jangan banyak mengonsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Jangan pula mengonsumsi zat gula.
  2. Penderita diare harus mengonsumi obat yang diperlukan untuk sakitnya. Tidak ada kontradiksi antara obat tersebut dengan bekam.
  3. Penderita diare hendaklah menggunakan sarana penyembuhan yang telah dijelaskan oleh Rasulullah saw seperti doa dan sedekah.
Eksperimen dan Hasil Terapi
Hasil terapi bekam untuk kasus diare kronis adalah “baik”. Hasilnya bisa dilihat sejak terapi dilakukan pertama kali, dengan catatan penderita diare harus mengatur menu makanan yang sesuai. Kadang-kadang diperlukan terapi hingga empat kali.

Sumber : Al-Usus Al-‘Ilmiyah lil Mu’jizah An-Nabawiyyah Al-Hijamah (Dr. Ahmad Razak Sharaf)