Senin, 07 Januari 2013

Bekam Menurut Beberapa Penelitian

BILIK BEKAM MADURA - PENELITIAN BEKAM DI JERMAN : Pengaruh Terapi Hijaamah (Bekam Tradisional) Terhadap Pasien Sindrom Terowongan Karpal

Sumber : Michalsen A, Bock S, Lüdtke R, et al. Effects of Traditional cupping Therapy in Patients With Carpal Tunnel Syndrome: A Randomized Controlled Trial. Volume 10, Issue 6, Pages 601-608 (June 2009).

Sindrom Terowongan Karpal (CTS = Carpal tunnel syndrome) adalah salah satu kondisi paling umum yang mengenai saraf tangan dan menyebabkan keluhan sakit/nyeri, mati rasa (baal), keluhan panas seperti terbakar atau rasa kesemutan di tangan dan jari. Artikel berikut ini diambil dari Science Daily menjelaskan sebuah temuan studi yang menunjukkan bagaimana terapi hijaamah (Bekam/cupping therapy) dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut.
Carpal Tunnel adalah terowongan kecil yang membentang dari bagian bawah pergelangan sampai ke telapak tangan.Kumpulan Saraf dan tendon yang berfungsi mengontrol sensasi dan gerakan tangan anda melewati terowongan karpal ini. Saraf dan tendon tersebut dilindungi oleh beberapa tulang serta ligamentum.
Pada kasus CTS, ruang di dalam terowongan karpal tersebut menyusut, mengakibatkan kompresi/penekanan terhadap saraf dan menimbulkan keluhan sakit dan mati rasa.
Rincian penelitian :
Michalsen A, Bock S, Lüdtke R, et al. Effects of Traditional cupping Therapy in Patients With Carpal Tunnel Syndrome: A Randomized Controlled Trial. Volume 10, Issue 6, Pages 601-608 (June 2009).
“ Terapi Bekam Mengurangi keluhan sakit kasus Sindrom Terowongan Karpal
Sebuah penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam The Journal of Pain menunjukkan bahwa teknik penyedotan eksternal yang terutama banyak digunakan di luar AS, (disebut Terapi Bekam/cupping therapy), efektif untuk mengurangi sementara keluhan rasa sakit dari Sindrom Terowongan Karpal (CTS).
Peneliti dari Rumah Sakit Immanuel Berlin membagi secara acak lima puluh dua pasien CTS ke dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan terapi hijaamah/Bekam basah di atas permukaan otot trapezius (musculus trapezius) kemudian diberikan 5-10 tusukan menggunakan lancet steril. Setelah kop bekam diletakkan di atas permukaan kulit lalu dilakukan sebuah vakum parsial menggunakan alat hisap Elektromekanik ataupun manual dengan pompa.
Tehnik Hijaamah ini digunakan sebagai metode pengobatan di Cina, India, Arab, Eropa Tengah dan di beberapa wilayah Afrika. Hijaamah dilakukan pada wilayah “segitiga bahu(shoulder triangle)” merupakan tempat jaringan ikat di daerah bahu-leher. Cara ini diyakini dapat meningkatkan mikrosirkulasi darah sehingga membantu meringankan gejala CTS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CTS yang mendapatkan terapi hijaamah mengalami penurunan keluhan nyeri dan gejala lainnya yang sangat signifikan. Perawatan tunggal mampu meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup pasien selama seminggu. Para penulis menjelaskan penyebab didapatkannya efek positif terapi tersebut karena tiga kemungkinan :
* Penyedotan darah lokal menyebabkan perbaikan perfusi jaringan serta bertambah baiknya metabolisme sehingga dapat memingkatkan fungsi saraf medianus.

* Hijaamah kemungkinan memiliki efek antinociceptive
* Terapi Hijaamah seoertinya bisa menghasilkan efek plasebo yang kuat.

Pasien sangat nyaman dengan metode pengobatan tersebut. Dalam praktek klinis, terapi hijaamah dapat dilakukan dengan mudah dan berulang kali. Penulis berharap dilakukan penelitian lanjutan untuk menilai efek dan pengaruh jangka panjang terapi hijaamah untuk mengurangi keluhan rasa sakit CTS.
SUMBER URL :
http://www.healthymuslim.com/articles/npgrt-cupping-therapy-alleviates-carpal-tunnel-syndrome-pain.cf


Sindroma Terowongan Karpal

Pendahuluan
Salah satu penyakit yang sering mengenai nervus medianus adalah neuropati tekanan/ kompresi. Di pergelangan tangan, nervus medianus berjalan melalui terowongan karpal (carpal tunnel) dan menginnervasi kulit telapak tangan dan punggung tangan di daerah ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi radial jari manis. Pada saat berjalan melalui terowongan inilah nervus medianus paling sering mengalami tekana yang dapat menyebabkan terjadinya neuropati tekanan yang dikenal dengan istilah Sindroma Terowongan Karpal (STK).
Tahun 1988, Wibowo melakukan studi prospektif pasien STK di Jakarta dan mendapatkan 58 pasien, yang teridri dari 8 laki-laki dan 50 wanita dengan usia terbanyak 46-59 tahun. Wanita yang menderita STK 2-5 kali lebih banyak daripada laki-laki.
Definisi
STK merupakan neuropati tekanan pada saraf medianus dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, disebabkan tekanan mekanis oleh suatu gerakan berulang dan ritmis.
Anatomi
Rongga karpal dibatasi oleh dinding kaku yang dibentuk oleh tulang dan sendi carpal serta ligamentum carpal transversum (fleksor retinakulum) yang tebal. Terowongan carpal dibatasi oleh tulang distal radius, lunatum, dan capitatum di sisi dorsal; tulang skaphoid, jaringan fibrous untuk terowongan fleksorcarpiradialis di sisi radial; tulang triquetrum dan ligamentum pisohamatum di sisi ulnar; ligamentum carpal tranversum yang tebal membentang dari tulang pisiform ke skaphoid-trapezoid di sisi polar. Carpal tunnel berisi ligamentum fleksor digitorum superfisialis dan profundus, flexor pollicis longus, dan n. medianus yang lebih ke radial.
Fisiologi
Persarafan tangan terdiri atas saraf radialis, medianus, dan ulnaris. Dari ketiga saraf ini hanya saraf medianus yang melewati terowongan carpal, sehingga pada STK menimbulkan gangguan fungsi saraf medianus dari terowongan carpal ke distal, walaupun rasa nyerinya dapat dirasakan sampai ke arah proksimal di leher tempat saraf medianus berasal. Selain fungsi motoris dan sensoris, saraf medianus juga merupakan saraf simpatis, sehingga ketiga fungsi ini dapat terganggu pada STK.
Patogenesis
Ada beberapa hipotesis mengenai patogenesis dari STK. Sebagian besar berpendapat bahwa faktor mekanik dan vaskuler memegang peranan penting dalam terjadinya STK.
Sebagian besar STK terjadi perlahan-lahan (kronis) akibat gerakan pada pergelangan tangan yang terus-menerus sehingga terjadi penebalan atau tenosinovitis pada fleksor retinakulum, yang menyebabkan tekanan terhadap nervus medianus. Tekanan yang berulang-ulang dan lama akan mengakibatkan peninggian tekanan intrafasikuler. Akibatnya aliran darah vena intrafasikuler melambat. Kongesti yang terjadi ini akan mengganggu nutrisi intrafasikuler lalu diikuti oleh anoksia yang akan merusak endotel. Kerusakan endotel ini akan mengakibatkan kebocoran protein sehingga terjadi edema epineural. Hipotesis ini menerangkan bagaimana keluhan nyeri dan sembab yang timbul terutama pada malam/ pagi hari akan berkurangsetelah tangan dikibaskan atau diurut (mungkin akibat terjadinya perbaikan sementara pada aliran darah). Apabila kondisi ini terus berlanjut, akan terjadi fibrosis epineural yang merusak serabut saraf. Lama-kelamaan saraf menjadi atrofi dan digantikasn oleh jaringan ikat yang mengakibatkan fungsi nervus medianus terganggu secara menyeluruh.
Pada STK akut biasanya terjadi penekanan yang melebihi tekanan perfusi kapiler sehingga terjadi gangguan mikrosirkulasi dan timbul iskemik saraf.
Etiologi
1. Trauma langsung ke carpal tunnel yang menyebabkan penekanan, misalnya Colles frakture, edem akibat trauma.

2. Posisi pergelangan tangan, misalnya fleksi akut saat tidur, imobilisasi pada posisi fleksi dan deviasi ulnar yang cukup besar.
3. Trauma akibat gerkan fleksi-ekstensi berulang pergelangan tangan dengan kekuatan yang cukup seperti saat mencuci.
4. Tumor atau benjolan yang menekan carpal tunnel.
5. Edem akibat inflamasi, kehamilan, atau infeksi
6. Osteofit sendi carpal akibat proses degenerasi.
7. Kelainan sistemik seperti : obesitas, DM, tiroid,dll..

Gambaran Klinis
1. Nyeri di tangan yang biasanya timbul malam/ pagi hari. Penderita sering terbangun karena nyeri dan berusaha mengatasi keluhannya dengan menggerak-gerakan tangan atau mengurutnya. Nyeri berkurang saat istirahat dan bertambah pada aktivitas yang melibatkan pergelangan tangannya.

2. Rasa baal, kesemutan, pada jari-jari ke 1,2,3, dan 4 sisi radial.
3. Kadang nyeri sampai lengan atas dan leher , tapi rasa baal, kesemutan hanya pada distal pergelangan tangan saja.
4. Jari-jari, tangan, dan pergelangan tangan edem pada pagi hari dan menghilang setelah mengerjakan sesuatu.
5. Gerakan jari kurang terampil.
6. Otot telapak tangan mengecil.

Diagnosis
1. Anamnesis

2. Pemeriksaan fisik berupa : Flick’s sign, thenar wasting, menilai kekuatan otot, wrist extension test, phalen test, torniket test, tinel sign, pressure test, luthy sign, pemeriksaan sensibilitas, pemeriksaan fungsi otonom.
3. Pemeriksaan radiologis, dengan sinar X pada pergelangan tangan.
4. Pemeriksaan laboratorium, untuk mengetahui etiologi.

Diagnosis Banding
1. Cervical radiculopathy, biasanya keluhan berkurang bila leher diistirahatkan dan bertambah bila leher bergerak. Distribusi gangguan sensorik sesuai dermatomnya.

2. Pronator teres sindrom
3. de Quervain sindrom.

Terapi
1. Terapi langsung terhadap STK, berupa terapi konservatif dan terapi operatif.

2. Terapi terhadap keadaan atau penyakit yang mendasari STK.

Prognosis
Prognosis STK cukup baik, tetapi risiko kambuh masih ada.
Daftar Pustaka
1. Asnawi dan Margono. 2007. Gambaran Umum tentang Neuropati. In : Kapita Selekta Neurologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

2. Ginsberg, Lionel. 2008. Lecture Notes Neurologi. Ed : ke-8. Jakarta: Penerbit Erlangga.
3. Mardjono dan Sidharta. 2008. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat.
4. Ngoerah, I Gusti. 1991. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Saraf. Surabaya: Airlangga University Press.
5. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 1996. Buku Ajar Neurologi Klinis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
6. Price dan Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Prose-Prose Penyakit. Ed: Ke-6. Jakarta: EGC.
7. Tonam, dkk. 2004. Kisi-Kisi Neurologi. Jakarta: BPFKUI.

SUMBER : http://ackogtg.wordpress.com/2009/03/12/sindroma-terowongan-karpal/

SEJARAH & PENELITIAN MODERN TENTANG BEKAM

Istilah bekam berasal dari bahasa melayu (yang diadaptasi juga dalam Bahasa Indonesia), yang berarti melepas (membuang) darah kotor (toksin) dan / atau angin dari badan.
• Dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:
”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para Malaikat mengatakan, ”Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.
• Menggambarkan pentingnya bekam, ulama terkemuka dari Kairo, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi menyatakan, ”Kalau suatu negara kefakiman ahli bekam, niscaya kebinasaan mengancam, yang berarti pula mereka menyerahkan dirinya kepada kebinasaan. Padahal Tuhan yang menurunkan penyakit, Dia juga menurunkan obatnya dan Ia membimbing umat manusia untuk menggunakan obat tersebut”.
• Hal yang perlu dicermati, adalah bahwa Rasulullah SAW (dalam berbagai rekaman hadistnya) tidak pernah menanyakan balik tentang apa dan bagaimana melakukan bekam tersebut, sehingga dapat diartikan bahwa bekam sudah merupakan jenis pengobatan yang lazim (tidak asing) pada masa itu. Menurut data sejarah, pada 1550 SM, masyarakat Mesir kuno sudah mengenal bekam. Demikian pula dengan Yunani Kuno (413 SM). Rasulullah SAW memberikan kesempurnaan pada bekam dengan menunjukkan titik-titik yang sangat efektif dan efisien untuk pengobatan, yang kemudian dikenal sebagai titik-titik hijamah.-
• Ahmad bin Muhammad meriwayatkan dari Abu Muhammad bin Khalid, dari Abdullah bin Bukair, dari Zurarah bin A’yan, dari Abu Ja’far al Baqir yang berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa bekam di bagian kepala akan menyembuhkan semua penyakit kecuali racun (yang dimaksud racun/as sam di sini adalah kematian)”. Dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW berbekam pada kepalanya yang sering pusing-pusing…. (HR. Bukhari). Di dalam hadits lain termuat: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit”. Segolongan dari mereka menganggapnya baik dan mengatakan bahwa hal itu bermanfaat terhadap penyembuhan masalah bola mata (konjungsi), kelebatan alis, dan kelebatan bulu mata, disamping bermanfaat pula terhadap kotoran kelopak mata. Sehingga tolok ukur utama hasil setelah berbekam adalah: mempertajam penglihatan (bahkan menormalkan bagi yang bermasalah mata), mencerdaskan otak dan membuat badan terasa ringan (karena peredaran darah lancar).
Bekam menurut dunia Barat :
• Bekam dilakukan oleh mereka dengan menyedot darah dan mengumpulkannya dan mengeluarkannya dengan teknik dan tehnologi canggih.
• Ahli bekam di dunia Barat antara lain :
1. Dr Michael Reed Garch dari California USA dengan bukunya potent poins a Guide To Self Care For Common Ailments ( Titik – titik berkhasiat sebagai panduan perawatan diri dan pengobatan penyakit Umum)
2. Cohler D tahun 1990 mengadakan penelitian tentang Bekam dan membuat buku dengan judul The Connective Tissue as The Physical Medium For Conduction For Healing Energy Cupping Therapeutic Method ( Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk menghantarkan energi pengobatan dengan Bekam
3. Thomas W.Anderson 1985 melakukan tulisan tentang Bekam dan memberi judul 100 Diseases Treated By Cupping Methode ( 100 Penyakit dapat diobati dengan bekam )


BEKAM MENURUT KEDOKTERAN MODERN
SEKILAS TENTANG HIJAMAH / BEKAM / CUPPING TERAPI MENURUT KEDOKTERAN MODERN

Bekam / Canduk / Blood letting / Cupping Teraphy / Hijamah merupakan suatu seni pengobatan Islam yang diperkenalkan oleh Kecintaan kita , Kesayangan seluruh ummat Islam , Rasul Allah yang terakhir , Rajanya Profesor Dokter Manusia , Orang yang paling berahlak Mulia, Uswatun Hasanah , Yang memberi Syafaat kapada kita yaitu Sayyidina Rasullullah MUHAMMAD S.A.W dimulai sejak 1400 tahun yang lalu yang diperintahkan langsung oleh malaikat Jibril langsung kepada Baginda Nabi MUHAMMAD. Proses pengeluaran darah kotor menurut istilah awam yang dimana menurut kedokteran adalah pengeluaran sel – sel darah merah yang sudah tidak terpakai lagi oleh tubuh dan bisa mengganggu proses kerja metabolisme tubuh.

Tubuh kita terdiri dari berbagai organ ,syaraf , tulang ,jantung ,otot yang dimana semua tersebut mendapat makanan dari darah yang sehat .Darah yang sehat diproses melalui jalur yang rumit , dimulai dari makanan yang kita makan terus dtelan , kemudian masuk kelambung kemudian diteruskan ke usus , dari usus masih disaring lagi yang mengandung nutrisi yang baik digunakan oleh tubuh kita untuk pembentukan sel – sel darah baru yang dimana sel – sel darah tersebut untuk menghidupi semua organ tubuh.

Sistem sirkulasi darah mengantarkan dan mengedarkan sari – sari makanan dan 02 kejaringan – jaringan tubuh melalui pembuluh darah arteri yang keluar dari jantung menuju aorta lalu menuju arteri dan lalu menuju ke arteriole , lalu menuju kapilere arteri dan langsung dipakai oleh organ tubuh dan jaringan tubuh , dan kemudian mengembalikan CO2 keparu – paru dan zat – zat sisa metabolisme keginjal . Selain itu juga mengedarkan hormon dan zat – zat lain yang berfungsi dalam kelangsungan hidup sel – sel tubuh . Dan kita melakukan bekam adalah melalui cabang – cabang vena dan arteri yang dimana vena mempunyai fungsi sebagai pengembali zat – zat metabolisme yang tidak berguna dari Venule yaitu cabang – cabang vena yang dimana venule juga mengalir dari pembuluh darah kapiler yang merupakan pembuluh darah yang amat halus yang dimana pembuluh darah kapiler membentuk suatu anastomosis pada berbagai organ dan jaringan tubuh yang dimana bila dilakukan bekam dapat langsung mengambil zat – zat sisa metabolisme , racun , kimia dan lain – lain yang yang tidak berguna dari organ tersebut untuk langsung dikeluarkan dari tubuh . Cabang – cabang arteri yaitu arteriole mengantarakan nutrisi dan oksigen keseluruh tubuh sehingga waktu pembekaman cabang – cabang arteri dikulit akan menarik sel – sel darah merah yang berwarna merah segar yang jika dilihat adalah sel darah merah yang sudah rusak yang dapat mengganggu sel- sel darah merah yang masih sehat . Waktu darah yang keluar darti bekam adalah darah merah yang merah segar yang berasal dari cabang- cabang arteri dan yang berwarna merah kehitaman adalah berasal dari vena karena tidak mengandung oksigen darah tersebut Jadi kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai darah dari jumlah , fungsi-fungsi ,komposisi,sifat – sifat fisis darah , sifat-sifat khemis darah . Jumlah atau volume darah dalam tubuh adalah sekitar 8 % dari berat badan tubuh sedang volume darah adalah dan cairan jaringan hampir 20% dari berat tubuh .

Jika kita sakit tubuh mempunyai respon untuk menyampaikan rasa sakit dari syaraf untuk diteruskan ke otak yang memberi tahukan bahwa organ tersebut sakit . Syaraf – syaraf tersebut diberi makan oleh pembuluh darah agar bekerja baik. Organ – organ yang sakit menunjukkan bahwa sirkulasi dalam darah yang memberi makanan keorgan tersebut terganggu oleh karena berbagai macam seperti bakteri , virus , cholesterol yang tinggi , kadar gula yang tinggi , asam urat , kimia dari makanan yang kita makan seperti pengawet , Vetsin , Pestisida , pewarna yang dimana mereka tersebut tidak dapat di olah oleh tubuh untuk diambil nutrisinya yang akhirnya mempengaruhi kerja sel –sel darah untuk memberi makanan ke organ-organ tubuh dan juga dimana tubuh menolak bahan – bahan tersebut dengan antibodi yang dimana bila terlampau banyak bahan kimia tersebut akhirnya perlindungan untuk sel menjadi berkembang tidak karuan yang akhirnya menjadi kanker.

Menurut Kedokteran Tradisional bahwa dibawah Kulit ,Otot Maupun Fascia Terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai Sifat Istimewa, antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang dan membentuk jaring – jaring atau jala. Jala ini dapat disamakan dengan meridian atau habl ,dengan adanya jala ini maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah , antara bagian dalam dengan bagian luar , antara bagian kiri tubuh dan bagian kanan , antara organ – organ tubuh dengan jaringan bawah kulit , antara organ yang satu dengan organ yang lainnya . Antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga dan lain sebagainya , sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak. Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan mempengaruhi poin yang lainnya juga sebaliknya ,pengobatan pada satu poin akan menyembuhkan poin lainnya.

Kedokteran modern tampaknya tertarik dengan fenomena yang dalam topik kursus ini disebut Mukjizat Medis. Mereka melakukan penelitian untuk membuktikan kebenaran diatas .
Poin istimewa diatas setelah dilakukan penelitian ternya merupakan “motor poin” pada perlekatan Neuromuscular ( Syaraf dan Otot ) yang mengandung banyak Mitokondria , kaya pembuluh darah mengandung tinggi Mioglobulin sebagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif dan lebih banyak mengandung sel Mast , Kelenjar Limfe ,Kapiler ,Venula , Bundle dan Pleksus Syaraf serta ujung Syaraf Akhir dibanding daerah yang bukan poin Istimewa.

Mereka membuktikan apabila dilakukan pembekaman pada satu poin , maka di kulit (*kutis ) , Jaringan bawah kulit ( Sub kutis ) , Fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari Mast Cell dan lain-lain.Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti Serotonin , Histamin ,Bradikinin ,Slow reacting Substance (SRS) , Serta zat-zat lain yang belum diketahui.Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi Kapiler dan Arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.Dilatasi Kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman . ,ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah . Akibatnya timbul efek relaksasi ( Pelemasan ) otot – otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya kortikotropin Releasing factor ( CRF )serta releasing faktor lainnya oleh adeno hipofise.CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH ,Kortikotropin , Dan Kortikosteroid. Kortikosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya memberi manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak,serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell,yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas ( kekebalan} tubuh..Sistem ini terjadi melalui pembentukan interleukin dari cell karena faktor neural,peningkatan jumlah sel T karena peningkatan set-enkephalin,enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun,substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun,serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman dikulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C,serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.

Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH,TSH,FSH-LH,ADM. Sedangkan melalui sistem perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin ,thyroxin , adrenalin , corticotropin ,estrogen ,progesteron,testosteron.Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari yang dibekam.

Sumber : di sarikan dari berbagai sumber

BUKTI ILMIAH SUNNAH PENGOBATAN BEKAM ( الحجامة )

Fakta Ilmiah Khasiat BEKAM (الحجامة) Dari Hasil Penelitian 19 Ilmuan Manca Negara





Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang saya kutip dari buku karya ilmuwan Arab yang tersohor, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘l-’Ajib (Obat Ajaib).
Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.
Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)
Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri beberapa ahli dari berbagai Negara :
• dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
• dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
• dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
• dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
• dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
• dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)
Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :
• dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
• dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
• dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
• dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
• dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
• dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
• dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
• dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
• dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
• dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
• dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
• dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
• dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)
Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria :
(1). Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun.
(2). Di musim semi dan selama bulan april dan Mei pada paruh kedua (pertengahan) bulan Qomariah (kalender Hijriyah;ed)
(3). Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita.
Penelitian dilakukan terhadap 300 kasus, dengan hasil penelitian sebagai berikut :
• Kasus tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah turun hingga mencapai batas normal.
• Dalam kasus tekanan darah rendah (hipotensi), tekanan darah naik hingga mencapai batas normal
• Garis Irama jantung pada EKG menunjukkan perbaikan besar dan kembali kepada konsisi normal dalam irama yang teratur.
• Penurunan kecepatan aliran darah hinga batas normal
• Jumlah sel darah merah (eritrosit) menjadi normal
• Dalam kasus polisitemia (Kelainan dimana kadar Hb darah diatas normal, misal 17,5 g/100 ml) Kadar Hb (Hemoglobin) turun sampai pada batas normal (12-14 g/100 ml – penerj)
• Dalam kasus penurunan kadar hemoglobin (Anemia), Kadar Hemoglobin naik sampai normal yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer oksigen melaluinya.
• Jumlah sel darah putih (lekosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas normal.
• Jumlah sel darah putih pada penyakit paru-paru meningkat 71,4% pada beberapa kasus. Ini menunjukkan kesembuhan yang cepat bagi para pengidap rheumatism dan infeksi kronis setelah adanya pembekaman.
• Jumlah polimorfonuklear (PMN) meningkat dalam batas normal dalam 100% kasus penyakit paru-paru.
• Jumlah polimorfonuklear (PMN) menurun hingga batas normal.
• Jumlah enzim hati turun pada gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas wajar.
• Jumlah seruloplasmin naik dalam 50,6% kasus.
• Jumlah seruloplasmin naik hingga batas normal dalam 100% kasus kekurangan dari batas normal.
• Jumlah seruloplasmin turun hingga batas normal dalam 10% kasus kelebihan dan dari batas normal.
Ket :
Seruloplasmin adalah protein pengangkut tembaga. Salahsatu sebab disfungsi hati yang jarang adalah penyakit Wilson atau degenerasi hepatolentikular, yakni penyakit genetik yang ditandai oleh penimbunan tembaga di hati, mata dan organ lain.
• Kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar.
• Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus.
• Jumlah sel darah merah (eritrosit) maupun sel darah putih dalam darah turun dalam 66,66% kasus sedangkan Jumlah sel darah merah meupun sel darah putih naik dalam darah bekam pada semua kasus
• Jumlah sel darah merah dan sel darah putih turun pada 78,47% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 66,66% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 83,68% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 50,7% kasus
• Jumalh asam urat darah turun pada 80% kasus
• Enzim hati SGPT turun pada 80% kasus, dimana SGPT menunjukkan aktivitas liver.
• Enzim SGOT turun pada 80% kasus, ini menunjukkan perbaikan yang terlihat pada irama jantung.
• Enzim hati turun pada 62,85% kasus
• Kadar enzim Amilase darah turun dalam 54,9% kasus
Ket :
Amilase adalah enzim cerna yang memecahkan zat pati (Amilum) menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih kecil sehingga dapat diserap. Sel yang mempunyai aktivitas amylase dan bermakna secara fisiologis dan diagnosis adalah kelenjar ludah dan pancreas. Amilase dalam serum meningkat pada radang pancreas (Pankreatitis Akut), Pseudokista dalam pancreas, pemberian morfin, karsinoma pancreas, gondongan (parotitis), dll.
• Kadar Albumin dalam darah turun dalam 100% kasus sampai pada batas normal.
• Kadar kolesterol dalam darah turun dalam 81,9% kasus.
• Kadar kolesterol dalam darah turun pada 75% kasus
• Kadar lemak Trigliserida turun dalam 75% kasus
• Ion-ion K dan Na kembali pada kadar normalnya dalam 90% kasus
Ket :
-> Kalium (K) mempengaruhi beberapa organ tubuh utama, termasuk jantung.Tingkat kalium dapat meningkat akibat gagal ginjal, dan dapat tidak normal akibat muntah atau diare.
-> Natrium (Na) menunjukkan keseimbangan gula dan air. Natrium juga menunjukkan baik-buruknya kerja ginjal dan kelenjar adrenal kita. Umumnya, tingkat natrium yang tidak normal dalam darah menunjukkan volume darah yang terlalu rendah (akibat dehidrasi) atau terlalu tinggi. Keadaan ini juga bisa terjadi jika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya.
• Ion-ion Ca kembali normal dalam 90% kasus
Ket :
Kalsium (Ca), adalah bagian utama dari tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan agar saraf dan otot bekerja dengan baik, serta untuk reaksi kimia dalam sel. Tubuh kita mengatur jumlah kalsium dalam darah. Namun tingkat protein dalam darah dapat mempengaruhi hasil tes kalsium (lihat albumin di bawah).
• Seluruh sel darah merah dalam darah bekam dari daerah tengkuk (Titik Kaahil) berbentuk aneh : Hypochromasia, Burr, Target, Crenated, Spherocytes, Poicilocytes, Shistocytes, Teardropcelles, Acanthocytes.
Ket :
-> Burr cells (Acanthocyte) ; eritrosit yang berduri-duri pada permukaannya, terdapat pada DIC, kelainan metabolisme lemak, sirosis hati alcohol, uremia, MAHA (microangiophatic hemolytic anemia).
-> Sel target ; Leptosit adalah eritrosit yang lebih tipis dari normal dan bagian tengahnya menebal, sehingga setelah dicat dengan pewarna akan tampak dari atas seperti papan target penahan (sel target); terdapat pada Hb C, thalassemia dan Anemia Defisiensi Besi.
-> Spherocytes ; eritrosit yang lebih bulat sehingga tampak tercat lebih kuat, terdapat pada sferositosis (Anemia sferositik), pada sindrom thalassemia. Sferosit sering berukuran lebih kecil dari normal (mikrosferosit), tedapat pada autoimmune hemolytic anemia (AIHA) tipe hangat (warm), hemolytic disease of the newborn (HDN) karena inkompatibilitas ABO.
• Bentuk eritrosit dalam darah bekam semuanya tidak normal
• Jumlah sel darah putih di darah bekam hanya 10% dari jumlah sel-sel darah putih yang ada di pembuluh darah, ini menunjukkan bahwa bekam tetap menjaga unsur-unsur kekebalan (imunitas) tubuh.
• Kenaikan kadar besi dalam darah pada batas normal pada 66 % kasus
Ket :
Kadar besi dalam serum yang rendah terjadi pada kasus defisiensi akibat perdarahan menahun, melahirkan, sindrom nefrotik, infeksi menahun, metastasis kanker, dan intake makanan yang kurang. Sedangkan kadar besi meningkat karena hemokhromatosis, hemosiderosis, anemia hemolitik, thalasemia, intoksikasi timbal, hepatitis akut, dll.
• Faktor IV, yaitu kalsium yang berperan dalam pembekuan darah sangat tinggi, berkisar antara 411-1057, sementara di dalam pembuluh darah berkisar antara 250-400. Ini menunjukkan bahwa adanya sesuatu yang otomatis mencegah keluarnya besi dari celah-celah bekam dan mempertahankannya di dalam tubuh agar berperan dalam pembentukan sel-sel baru, dan hal ini dibarengi dengan meningkatnya aktivitas proses penyerapan besi dari usus.
Ket :
Faktor IV atau ion kalsium, diperlukan untuk aktivasi factor IX, untuk membantu aktivasi factor X oleh kompleks IXa-VIII-fosfolifid, membantu perubahan protrombin menjadi thrombin oleh factor Xa dan untuk polimerisasi monomer fibrin. Untuk pembekuan, baik in vivo maupun in vitro, sedikitnya diperlukan kalsium sebanyak 2,5 mg/dl.
• CPK (Creatine Phosphokinase) turun dalam 66,66% kasus dan menjadi normal dalam 92,4% kasus
Ket :
CPK atau kreatinekinase mengkatalisis pertukaran fosfat secara reversible antara kreatin dan ATP (Adenosinetrifosfat), ia berperan penting dalam menyimpan dan melepaskan energy dalam sel terutama dalam otot bergaris, otot jantung dan dalam jumlah kecil dalam otak. Kadar CPK dalam serum darah meningkat signifikan setelah terjadi kerusakan otot, seperti pada kasus Dsytrophia muscularis Duchenne, Polimiositis, Infark Miokard, dll.
• LDH (Laktat dehidrogenase) menjadi normal pada 93,75 % kasus.
Ket :
Banyak jaringan mengandung LDH yang berfungsi mengkatalisis perubahan reversible laktat ke piruvat. Kadar LDH meningkat signifikan pada Anemia megaloblastik, Metastasis Karsinoma khususnya ke hati, Syok dan Hipoksia, Hepatitis, Infark Ginjal, Infark Miokard, dll.

Hasil-hasil penelitian diatas sungguh mencengangkan, mencerminkan banyak kondisi kesembuhan yang luar biasa.

Semua itu merupakan bukti keagunan ilmu Nabi dan mukjizat besar yang dibawa oleh “guru pertama”, Rosulullah Muhammad Shallaahu ‘alaihi wasallam, yang kemudian disampaikan kepada kita oleh ilmuwan besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu.

Sumber :
Aiman bin ‘Abdul Fattah, KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI : Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Pengobatan Nabawi (Judul Asli : Asy-Syifa’ min Wahyi Khotami ‘l-Anbiya), Penerbit Daaru ‘sh-Shohifah.
dengan sedikit tambahan keterangan dari dr.Abu Hana untuk memperjelas hasil laboratorium

Jumat, 21 Desember 2012

BEKAM DAN ASAM URAT

BEKAM DAN ASAM URAT

Apa itu asam urat ?

Asam urat adalah sampah hasil metabolisme normal dari pencernaan protein (terutama dari daging, jeroan, kerang, dan beberapa jenis sayuran seperti kacang dan buncis) atau dari penguraian senyawa purin (sel tubuh yang rusak), yang seharusnya dibuang melalui ginjal, fases dan keringat. Senyawa ini sukar larut dalam air, tapi dalam plasma darah beredar sebagai senyawa natrium urat, bentuk garamnya terlarut pada kondisi pH atau keasaman basa diatas tujuh. Karena itu, serangan radang persendian yang berulang terjadi bila produksinya berlebihan. Atau terjadi akibat kondisi ginjal yang kurang baik, atau peningkatan kadar asam urat dalam darah sudah berlebihan.

Asam urat normal bagi lelaki adalah 7, dan wanita adalah 6. Penyakit karena tingginya kadar asam urat dalam tubuh seseorang disebut dengan asam urat. Penyebab asam urat adalah makanan yang banyak mengandung asam urat seperti kacang panjang, kacang tanah, krupuk emping / mlinjo, dan lain-lain. Akan tetapi bila tubuh fungsinya masih bekerja dengan baik seperti liver, ginjal masih baik, orang tak akan terkena asam urat sebab kelebihan asam uratnya akan langsung dibuangkan.

Gangguan karena asam urat gejalanya adalah serangan radang persendian yang berulang, yang disebabkan oleh deposit atau penimbunan kristal asam urat di persendian. Bagian tubuh yang terkena terutama adalah bagian sendi yang berada di ujung tubuh seperti ibu jari kaki. Sedangkan sasaran lainnya adalah sendi pada siku, lutut, pergelangan kaki dan tangan atau bahu. Bila Anda ada yang merasa nyeri, bengkak dan panas, dan sendi yang terkena hanya sendi tertentu, dan sangat nyeri bila tersentuh berkemungkinan Anda kena radang karena gangguan asam urat. Radang tersebut adalah akibat dari kelebihan asam urat dalam aliran darah yang tidak dapat dibuang, sehingga menumpuk dalam bentuk kristal tajam pada sendi yang dapat merusak lapisan tulang rawan.

Bagaimana Mengobati Asam Urat ?

Perawatan yang baik untuk masalah asam urat adalah membuangkan kelebihan tersebut, yakni dengan bekam.

Di Bilik Bekam Madura, asam urat diobati dengan bekam, yakni membuang toksin penyebab asam urat langsung keluar dari tubuh melalui permukaan kulit dengan menggunakan alat bekam. 

Asam urat tergolong penyakit kronis. Apapun penyakit kronis akan susah sembuh bila sudah terlalu lama. Perlu diketahui bahwa penyakit kronis tidak akan mengidap dalam tubuh selama organ liver dan ginjal masih baik. Jadi untuk mengobati asam urat, dua organ inilah yang dibetulkan. Caranya adalah dengan dibekam.
Anda menderita asam urat ? jangan tunggu masalah Anda parah lebih dulu seperti gambar di atas. Segeralah berbekam !
Untuk Anda yang berada di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dapat berbekam ke Bilik Bekam Madura. Alamat Dusun Barat Leke' RT/RW : 01/01 Desa Pananggungan Guluk-Guluk Sumenep Madura.

www.bekambest.com 

Senin, 17 Desember 2012

Beberapa Fakta Medis Tentang Bekam

Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh.
Ada beberapa ciri darah bekam ini yang membuat saya tercengang :

1.Teroksidasinya darah tanpa udara (anaerob).
2.Terpisahnya plasma dari darah.
3.Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
4.Jika kita memasang dua gelas untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi, padahal keduanya berdampingan.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Antara Darah yang Berada dalam Pembuluh Darah dengan Darah yang Keluar Karena Bekam:
Para dokter dikejutkan oleh pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhû dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.
 
Untuk mengungkap makna kalimat ini “membersihkan tubuh dari darah rusak”, sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang benar, serta darah tersebut dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah terhadap darah bekam.

Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :
  1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh mencengangkan para dokter!! Sebab, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
  2. Adapun menyangkut eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.
  3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.
  4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh. 
Temuan ini boleh di share ke siapapun, semoga bermanfaat.

DARAH KOTOR DALAM PENGOBATAN BEKAM


Darah kotor Adalah darah rusak yang sudah tidak sempurna lagi kinerjanya. Darah ini seharusnya memang dibuang dan diganti dengan darah yang baru. Penggantian ini secara alami memang terjadi namun waktunya lama. dengan proses bekam, maka darah kotor dipaksa keluar sehingga tubuh akan mengalami ketidak seimbangan. Kondisi ini menyebabkan tubuh bereaksi dengan membuat produksi darah baru untuk menggantikan darah yang dibuang tadi. Tentu saja darah yang baru ini lebih bagus fungsinya dalam mengantarkan oksigen dan makanan kepada sel dan jaringan tubuh.

Darah kotor yang dikeluarkan pada saat berbekam juga bercampur dengan radikal bebas toksin sehingga warnanya berwarna kehitaman. Radikal bebas dan toksin ini masuk kedalam tubuh kita melaluli makanan yang kita makan jika dipenuhi dengan bahan kimia tambahan seperti pengawet pewarna dll. Toksin juga masuk kedalam tubuh dari air yang kita minum yang tercemar dengan zat kimia berbahaya. Selain itu dari udara yang kita hirup bercampur dengan polusi parah akhirnya masuk dan terkumpulah zat radikal bebas dalam tubuh. Dalam jangka waktu lama akan menjadi terakumulasi dan akhirnya akan merangsang timbulya kangker.
Dengan bekam, maka darah kotor bercampur toksin tersebut akan disedot dan dibuang. Tubuh yang bersih dari darah kotor akan terasa lebih fit. Fit nya tubuh akan meningkatkan semangat dan gairah dalam beraktivitas. Tubuh yang suci juga akan menjadikan kita panjang umur dalam kondisi sempurna. Darah kotor memang bukan darah yang campur dengan kotoran, namun darah kotor ini yang bercampur dengan zat asing.
Proses pembuangan darah kotor juga bisa diartikan sebagai detoksifikasi alamiah. Fakta ini baru muncul setelah berbelas abad lewat Baginda Rasul menyatakan dalam hadits sahih nya ” kesembuhan itu ada tiga hal, minum madu, berbekam dan kay. Akan tetai Rasulullah melarang umatnya berobat dengan metode kay. 

TAHUKAH ANDA TENTANG BEKAM ?

APA ITU BEKAM ?

Bekam adalah satu perawatan kesehatan peninggalan Rasulullah SAW yang telah dimodernkan mengikuti kaidah saintifik untuk mengeluarkan sisa–sisa toksid yang berbahaya dari badan kita melalui permukaan kulit.

Ini adalah salah satu cara ‘Detoksifikasi’ (pengeluaran toksid) yang berkesan serta selamat tanpa ada kesan sampingan. Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh, karena itu banyak toksid berkumpul di dalam kulit.

Berbekam sangat berkesan untuk melegakan atau menghilangkan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh badan serta memberi seribu harapan pada pesakit untuk terus berikhtiar mendapat rawatan.

Bekam ialah istilah Melayu yang berarti “Pelepasan Darah”, dipanggil “Cupping” dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Arab diterjemahkan sebagai “al-Hijamah”.

Tubuh yang sehat dan minda yang cerdas adalah factor penting dalam hidup dan kehidupan seseorang, demi melaksanakan tanggung jawab kehidupannya. Tapi jika terlalu banyak toksid-toksid dalam badannya, akan menyebabkan ’Stasis Darah’ atau ‘Penakungan Darah’, dimana sistim darah tidak berjalan dengan lancar.

Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik dan mental. Ciri yang muncul jika seseorang banyak toksid dalam badannya, ialah malas, murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan mudah marah. Jika ditambah lagi dengan angin yang susah dikeluarkan, kita akan bertemu dengan seorang pesakit yang terganggu emosinya, sehingga sampai pada tahap perlu berkonsultasi dengan ahli jiwa.

(Disarikan dari berbagai sumber)